AI & OtomasiPublished 6 September 2026

AI untuk Konten Jualan: Rp 75.000 Sebulan Sudah Cukup

Sejak September 2025 Indonesia punya dua paket AI seharga Rp 75.000 per bulan yang menutup hampir semua pekerjaan konten toko kecil. Yang belum jelas bukan harganya, melainkan pekerjaan mana yang layak dibayar dan mana yang justru merugikan kalau diserahkan ke AI.

AI untuk Konten Jualan: Rp 75.000 Sebulan Sudah Cukup
Szabo Viktor (Unsplash)
  • Harga sudah bukan penghalang. Sejak September 2025 ada dua paket AI seharga Rp 75.000 per bulan yang dijual resmi di Indonesia, dan satu di antaranya sudah termasuk pembuatan video.
  • Konten jualan bukan satu pekerjaan, melainkan empat: caption, deskripsi produk, gambar pendukung, dan video pendek. Alatnya dipilih per pekerjaan, bukan per merek.
  • Satu pekerjaan justru merugikan kalau diserahkan ke AI: foto produk di halaman listing, karena Shopee mewajibkan foto asli dan Meta memberi label pada gambar yang terdeteksi buatan AI.
  • Obrola menyatukan chat WhatsApp, Instagram, dan Facebook dalam satu inbox tim, lengkap dengan tahap penjualan tiap percakapan.

Pada 23 September 2025 Indonesia menjadi negara kedua di dunia, setelah India, yang bisa membeli ChatGPT Go seharga Rp 75.000 per bulan (Kompas Tekno).

Tiga minggu sebelumnya Google sudah menjual Google AI Plus di sini dengan angka yang sama persis, dan untuk paket itu Indonesia justru negara pertama di dunia.

Masalahnya, hampir semua daftar "AI terbaik untuk konten jualan" yang muncul di pencarian tidak menyebut satu pun angka rupiah. Sebagian menyebut produk yang tidak bisa dibeli siapa pun.

Padahal untuk toko dengan satu sampai lima orang, pertanyaannya sudah bergeser. Bukan lagi alat mana yang terbaik, melainkan pekerjaan mana yang layak dibayar bulan ini.

Apa Itu AI untuk Konten Jualan?

AI untuk konten jualan adalah alat yang membantu menyiapkan materi sebelum pembeli datang: tulisan, gambar, dan video yang dipakai di katalog, feed, dan iklan.

Istilahnya terdengar seperti satu pekerjaan. Di meja kerja toko kecil, isinya empat pekerjaan yang berbeda kebutuhan dan berbeda risikonya.

1. Caption media sosial

Teks pendek untuk feed dan Story, ditulis berulang setiap minggu. Pekerjaan yang paling sering dikeluhkan memakan waktu, dan paling aman diserahkan ke AI.

2. Deskripsi produk di halaman listing

Teks panjang di Shopee, Tokopedia, atau website. Bukan bahan promosi, melainkan jawaban atas chat yang belum masuk, seperti dibahas di cara menulis deskripsi produk yang menjawab sebelum ditanya.

3. Gambar pendukung: banner, katalog, dan materi promo

Spanduk diskon, grid katalog, kartu ukuran, kartu ongkir. Gambar yang menjelaskan sesuatu, bukan gambar yang menggantikan produk.

4. Video pendek

Reels, TikTok, dan Story berdurasi belasan detik. Dulu pekerjaan paling mahal, sekarang yang paling cepat turun biayanya.

Empat pekerjaan ini tidak selesai oleh satu langganan, dan tidak semuanya perlu dibayar. Pembagiannya menentukan sisa artikel ini.

Diagram empat pekerjaan konten yang aman diserahkan ke AI, dan tiga hal yang sebaiknya dikerjakan sendiri karena Shopee mewajibkan foto asli produk
Yang aman diserahkan ke AI

Rekomendasi AI untuk Membuat Konten Jualan

Delapan alat di bawah diurutkan berdasarkan kecocokan untuk toko satu sampai lima orang, bukan berdasarkan besarnya perusahaan pembuatnya.

Semua harga di bawah bertanggal. Produk AI mengubah paketnya beberapa kali setahun, jadi angka tanpa tanggal tidak ada gunanya.

1. ChatGPT (Free dan Go)

ChatGPT adalah alat serba bisa yang paling masuk akal dijadikan langganan pertama. Untuk toko kecil, pekerjaannya adalah menulis caption, merapikan deskripsi produk, dan mengubah satu tulisan menjadi beberapa versi kanal.

Cocok untuk pemilik toko yang menulis sendiri semua materinya dan tidak punya tim desain. Paket Go dibuat persis untuk pemakaian sehari-hari dengan volume sedang.

Harga ChatGPT: per 28 Juli 2026, Free Rp 0, Go Rp 75.000 per bulan, Plus Rp 349.000, Pro mulai Rp 1.889.000, dan Business Rp 337.000 per pengguna (Kompas Tekno).

Fitur unggulan ChatGPT:

  • Batas percakapan lebih tinggi: paket Go memberi batas chat sekitar sepuluh kali lipat dibanding paket gratis.
  • Pembuatan gambar harian: kuota gambar per hari juga sekitar sepuluh kali lipat paket gratis.
  • Memori percakapan: memori dua kali lebih panjang, sehingga gaya bahasa toko tidak perlu dijelaskan ulang tiap sesi.

Kelebihan

  • Satu langganan menutup caption, deskripsi, dan penyusunan ulang teks sekaligus.
  • Bahasa Indonesianya rapi untuk teks jualan sehari-hari.

Kekurangan

  • Tidak menghasilkan desain siap pakai dengan ukuran feed dan Story.
  • Detail produk tetap harus Anda isi sendiri, karena modelnya tidak tahu stok dan ukuran Anda.

2. Google Gemini dan Google AI Plus

Gemini menempati posisi kedua karena satu alasan yang jarang disebut: paket Rp 75.000-nya sudah membawa pembuatan video. Untuk toko yang butuh Reels mingguan, itu perbedaan yang nyata.

Cocok untuk toko yang kontennya berat di visual dan video pendek, bukan di teks panjang.

Harga Google AI Plus: Rp 75.000 per bulan sejak diumumkan pada 4 September 2025, dengan potongan 50 persen untuk enam bulan pertama bagi pelanggan baru. Indonesia disebut negara pertama di dunia yang mendapatkan paket ini (blog resmi Google Indonesia, 4 September 2025).

Fitur unggulan Google AI Plus:

  • Veo 3 Fast: pembuatan video langsung dari aplikasi Gemini, di dalam paket yang sama.
  • Whisk dan Flow: alat pembuatan gambar dan penyusunan adegan untuk materi promo.
  • Penyimpanan 200 GB: cukup untuk arsip foto produk dan file desain satu toko.

Kelebihan

  • Video masuk anggaran Rp 75.000 tanpa langganan tambahan.
  • Terhubung ke Gmail, Docs, dan Sheets yang mungkin sudah Anda pakai.

Kekurangan

  • Hasil videonya pendek dan bergaya generik, belum menggantikan rekaman produk asli.
  • Fitur pembuatan gambarnya tersebar di beberapa aplikasi, jadi butuh waktu untuk terbiasa.

Kamera di atas tripod kecil diarahkan ke deretan produk yang sedang difoto untuk katalog
Ilustrasi Unsplash

3. Canva Magic Studio

Canva mengerjakan bagian yang tidak dikerjakan dua alat di atas: gambar yang harus jadi dalam ukuran tertentu. Banner promo, grid katalog, kartu ukuran, dan feed yang seragam.

Cocok untuk toko yang membuat materi promo sendiri dan tidak menyewa desainer. Ini juga alat yang paling mudah dipakai bergantian oleh dua orang.

Harga Canva: per 10 Mei 2026, Canva Pro Rp 95.000 per bulan, Canva Bisnis Rp 130.000 per bulan, dan ada opsi yang jarang disebut: Rp 14.000 untuk satu hari serta Rp 39.000 untuk satu minggu (IDN Times).

Fitur unggulan Canva Magic Studio:

  • Magic Write: menulis dan memendekkan teks langsung di dalam desain, tanpa pindah aplikasi.
  • Penghapus latar belakang: memisahkan produk dari latar berantakan untuk dipakai di banner.
  • Pengubah ukuran otomatis: satu desain diubah ke ukuran feed, Story, dan banner marketplace.

Kelebihan

  • Opsi harian Rp 14.000 membuat toko yang membuat konten sebulan sekali tidak perlu langganan bulanan.
  • Template ukurannya sudah cocok dengan marketplace dan media sosial Indonesia.

Kekurangan

  • Ekspor tanpa watermark dan sebagian besar aset premium hanya ada di paket berbayar.
  • Hasil tulisan otomatisnya masih perlu diedit agar tidak terdengar seperti brosur.

4. Claude

Claude masuk daftar ini untuk satu pekerjaan spesifik: teks panjang yang harus konsisten. Deskripsi produk untuk lima puluh SKU, atau satu panduan ukuran yang dipakai di semua kanal.

Cocok untuk toko dengan katalog besar yang deskripsinya berantakan dan perlu dirapikan sekaligus. Bukan pilihan pertama kalau kebutuhan Anda cuma caption mingguan.

Harga Claude: per 27 Juli 2026, paket Free gratis, Pro sekitar Rp 305.000 per bulan (US$17), dan Max sekitar Rp 1.799.000 per bulan (Kompas Tekno).

Fitur unggulan Claude:

  • Unggahan dokumen panjang: satu file katalog bisa dibaca sekaligus, bukan disalin sepotong-sepotong.
  • Konsistensi gaya: cocok untuk menyamakan nada lima puluh deskripsi sekaligus.
  • Paket gratis yang layak: cukup untuk mencoba sebelum memutuskan bayar.

Kelebihan

  • Paling kuat untuk pekerjaan teks yang panjang dan berulang.
  • Lebih jarang mengarang detail produk yang tidak Anda sebutkan.

Kekurangan

  • Harganya empat kali paket Rp 75.000, sementara pekerjaannya lebih sempit.
  • Tidak membuat gambar maupun video, jadi tetap butuh alat kedua.

5. CapCut

CapCut ada di daftar ini bukan karena AI-nya, melainkan karena ini aplikasi yang sudah ada di ponsel hampir semua orang yang membuat Reels. Fitur otomatisnya memotong pekerjaan paling membosankan: subtitle.

Cocok untuk toko yang merekam video produknya sendiri dan hanya butuh perapian, bukan pembuatan dari nol.

Harga CapCut: tidak ada halaman harga rupiah resmi yang bisa dibuka publik. Langganan Pro dijual sebagai pembelian di dalam aplikasi lewat Google Play dan App Store, dan angkanya mengikuti kurs. Cek langsung di aplikasi sebelum berlangganan, dan hindari penjual akun murah di marketplace.

Fitur unggulan CapCut:

  • Subtitle otomatis: transkrip suara jadi teks, termasuk untuk Bahasa Indonesia.
  • Penghapus latar video: produk dipisahkan dari latar tanpa green screen.
  • Template berukuran vertikal: langsung sesuai format Reels dan TikTok.

Kelebihan

  • Versi gratisnya sudah cukup untuk video jualan sehari-hari.
  • Alur kerjanya di ponsel, jadi tidak perlu komputer.

Kekurangan

  • Harganya tidak transparan dalam rupiah di halaman resmi.
  • Subtitle otomatisnya sering salah pada nama produk dan istilah lokal.

Bagan batang harga langganan AI per bulan dalam rupiah: ChatGPT Go dan Google AI Plus sama-sama Rp 75.000, Canva Pro Rp 95.000, Claude Pro Rp 305.000, ChatGPT Plus Rp 349.000
Harga langganan AI per bulan

6. NotebookLM

NotebookLM mengerjakan pekerjaan yang jarang terpikir: mengubah bahan yang sudah Anda punya menjadi konten. Katalog lama, daftar harga, dan catatan pertanyaan pelanggan diunggah, lalu dijadikan bahan caption dan FAQ.

Cocok untuk toko yang sudah punya banyak dokumen tapi tidak pernah sempat mengolahnya. Ini juga cara cepat menyusun bahan untuk chatbot customer service dari 200 chat terakhir.

Harga NotebookLM: tersedia gratis, dan versi dengan batas lebih tinggi sudah termasuk di dalam paket Google AI Plus Rp 75.000 per bulan (blog resmi Google Indonesia, 4 September 2025).

Fitur unggulan NotebookLM:

  • Jawaban terikat sumber: hanya menjawab dari dokumen yang Anda unggah.
  • Ringkasan otomatis: katalog panjang jadi daftar poin yang bisa dipakai ulang.
  • Kutipan yang bisa dilacak: tiap jawaban menunjuk ke bagian dokumen asalnya.

Kelebihan

  • Paling kecil kemungkinannya mengarang harga atau spesifikasi.
  • Gratis, dan sudah termasuk kalau Anda berlangganan Google AI Plus.

Kekurangan

  • Tidak berguna kalau Anda belum punya dokumen apa pun.
  • Bukan alat menulis caption; hasilnya bahan mentah, bukan naskah jadi.

7. Perplexity

Perplexity dipakai untuk riset sebelum menulis: memeriksa tren, membandingkan klaim produk, dan mencari data yang bisa dikutip. Tiap jawabannya membawa tautan sumber.

Cocok untuk toko yang kontennya perlu dasar, misalnya produk kesehatan, perawatan kulit, atau jasa yang menjelaskan proses.

Harga Perplexity: ada paket gratis. Untuk Pro, jalur termurah di Indonesia bukan langganan langsung: pada 28 Mei 2025 Telkomsel mengumumkan bundling yang menyertakan voucher Perplexity Pro 12 bulan pada aktivasi baru Halo+ mulai Rp 80.000 dan paket pascabayar di atas Rp 150.000, serta Perplexity Pro 3 bulan pada kartu perdana SIMPATI Rp 35.000 (Telkomsel). Program bundling berubah, jadi periksa ketersediaannya sebelum menghitungnya sebagai penghematan.

Fitur unggulan Perplexity:

  • Jawaban bersumber: tiap poin membawa tautan yang bisa Anda buka.
  • Pencarian terbaru: menarik informasi yang baru terbit, bukan hanya data lama.
  • Unggah file: dokumen pembanding bisa dianalisis bersama hasil pencarian.

Kelebihan

  • Klaim di konten Anda jadi bisa dilacak, bukan sekadar dipercaya.
  • Ada jalur berbayar yang tidak menambah tagihan bulanan baru.

Kekurangan

  • Bukan alat menulis; hasilnya perlu ditulis ulang agar terdengar seperti toko Anda.
  • Harga langganan langsungnya tidak dipasang dalam rupiah dan ikut kurs.

8. ElevenLabs

ElevenLabs mengisi satu celah kecil tapi nyata: suara untuk video pendek ketika Anda tidak nyaman merekam suara sendiri. Bahasa Indonesianya sudah terdengar wajar untuk narasi belasan detik.

Cocok untuk toko yang rutin membuat Reels berisi penjelasan produk dan kehabisan orang untuk mengisi suara.

Harga ElevenLabs: per 10 September 2026, paket Free US$0 dengan 10 ribu kredit per bulan, Starter US$6 dengan 30 ribu kredit, Creator US$11 dengan 121 ribu kredit, dan Pro US$99. Angkanya dalam dolar dan tidak tersedia dalam rupiah.

Fitur unggulan ElevenLabs:

  • Suara Bahasa Indonesia: narasi pendek yang cukup wajar untuk video produk.
  • Pengaturan gaya bicara: kecepatan dan intonasi bisa disetel per naskah.
  • Kredit bergulir: sisa kuota bisa menumpuk sampai batas tertentu.

Kelebihan

  • Menyelesaikan pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan tujuh alat di atas.
  • Paket termurahnya di bawah US$10, jadi bisa diambil hanya saat sedang produksi.

Kekurangan

  • Paket gratisnya tidak memberi hak pakai komersial, jadi tidak boleh dipakai untuk konten jualan.
  • Pekerjaannya paling sempit di daftar ini, dan paling mudah ditunda.

Satu Pekerjaan yang Sebaiknya Tidak Diserahkan ke AI

Tujuh dari delapan alat di atas aman dipakai untuk tiga pekerjaan pertama. Pekerjaan keempat punya satu bagian yang sebaiknya tidak disentuh sama sekali: foto produk di halaman listing.

Seorang penjual memegang paket pesanan yang sudah dibungkus dan siap dikirim
Ilustrasi Unsplash

Aturan Shopee menyebut "foto asli"

Peraturan Komunitas Shopee menulisnya tanpa tafsir: penjual diminta "memberikan deskripsi produk secara detil dan jelas, dilengkapi dengan foto asli dari produk yang Anda jual".

Aturan yang sama meminta penjual "memastikan agar Foto, Nama dan Deskripsi Produk anda sesuai dan benar benar menampilkan produk yang ingin dijual" (Pusat Bantuan Shopee).

Gambar produk yang dibuat AI gagal di kedua kalimat itu sekaligus. Warna, tekstur, dan jahitan yang muncul di gambar bukan milik barang yang akan Anda kirim.

Label "AI Info" muncul tanpa bisa Anda prediksi

Di Facebook dan Instagram, label "AI Info" dipasang lewat dua jalur: deteksi penanda AI standar industri pada file, atau pengakuan dari pengunggahnya sendiri.

Yang penting untuk penjual adalah pengakuan Meta soal batas metodenya. Meta menulis "our labeling methodology is still evolving" dan datanya "may not capture labels on some content that is edited with AI" (Meta Transparency Center).

Artinya Anda tidak bisa memperkirakan kapan labelnya muncul. Satu banner lolos, banner berikutnya dari alat yang sama bisa berlabel.

Diagram dua jalur munculnya label AI Info di Facebook dan Instagram: penanda AI pada file dan pengakuan pengunggah, ditutup catatan bahwa metodologi Meta masih berkembang
Dua jalur label AI Info muncul

Batas yang aman: merapikan, bukan menciptakan

Batasnya lebih longgar dari yang dikhawatirkan banyak penjual. Ketika Instagram membatasi jangkauan akun berisi orang hasil AI yang tidak diberi label pada 31 Agustus 2026, pengecualiannya disebut terang-terangan.

Instagram menyatakan orang yang memakai AI untuk "edit photos, polish captions, create graphics, or make other creative tweaks" tidak perlu memakai label profil AI sama sekali (TechCrunch).

Jadi aturannya sederhana. Menghapus latar foto asli, menyusun banner, merapikan caption: aman. Membuat produknya sendiri, atau membuat orang yang memakainya: jangan.

Mengapa Toko Kecil Perlu AI untuk Konten Jualan?

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyebut adopsi AI nasional sudah sekitar 92 persen, tetapi lebih dari 90 persen pelaku UMKM belum memakainya secara optimal (Warta Ekonomi).

Jarak antara dua angka itu bukan soal alat, melainkan soal pekerjaan mana yang diserahkan. Empat pekerjaan di bawah adalah yang paling sering terbukti hemat.

1. Satu deskripsi jadi lima format kanal

Deskripsi Shopee, caption Instagram, teks Story, balasan chat, dan isi katalog WhatsApp punya panjang berbeda. Menyalin satu ke lainnya biasanya menghasilkan teks yang janggal.

Mengubah format adalah pekerjaan yang paling cocok untuk AI, karena bahannya sudah ada dan yang berubah cuma bentuknya.

2. Jawaban di caption sama dengan jawaban di chat

Pembeli yang membaca caption lalu bertanya di chat akan membandingkan dua jawaban. Kalau berbeda, kepercayaannya turun sebelum ada yang menyadari.

Menyusun satu daftar jawaban baku dari catatan chat membuat keduanya konsisten. Prinsip yang sama dipakai saat menyiapkan AI autoresponder yang tahu kapan harus berhenti menjawab.

3. Menghabiskan stok lama tanpa biaya desain

Stok sisa jarang dipromosikan karena membuat materinya terasa tidak sepadan. Dengan template dan penghapus latar, satu banner selesai dalam belasan menit.

Masalah turunannya biasanya bukan konten, melainkan angka stok yang berbeda antara chat dan sistem, seperti dibahas di stok habis di chat, masih ada di aplikasi kasir.

4. Mengejar promo yang cuma hidup dua hari

Tanggal kembar dan flash sale memberi jendela pendek. Materi yang selesai H-1 kalah sebelum dimulai.

Yang sering terlupa adalah gelombang chat setelahnya. Cara menangani lonjakan chat promo tanpa menambah admin menghitung bagian itu.

Dua perempuan berdiri di dekat meja produk di dalam sebuah toko kecil
Ilustrasi Unsplash

Tips Memilih AI untuk Konten Jualan Sesuai Budget

Kriteria di bawah disusun untuk anggaran di bawah Rp 200.000 per bulan, yang realistis untuk toko satu sampai lima orang.

1. Hitung dulu pekerjaan mana yang memakan waktu

Selama tujuh hari, catat berapa menit habis untuk caption, deskripsi, gambar, dan video. Catat di kertas, bukan di kepala.

Pekerjaan dengan angka terbesar adalah satu-satunya yang layak dibayar bulan ini. Sisanya tunggu bulan depan.

2. Jangan bayar dua alat untuk satu pekerjaan

ChatGPT Go dan Claude Pro sama-sama menulis teks. Membayar keduanya berarti membayar Rp 380.000 untuk satu pekerjaan.

Pilih satu, pakai tiga bulan, baru bandingkan. Berpindah alat setiap dua minggu membuat gaya tulisan toko tidak pernah stabil.

3. Cek harga rupiah resmi, bukan konversi dolar

Dua paket Rp 75.000 itu harga rupiah asli, bukan hasil kurs. Alat yang ditagih dalam dolar seperti Claude dan ElevenLabs berubah nilainya tiap bulan.

Untuk anggaran yang harus pasti, paket berharga rupiah lebih mudah dihitung.

4. Pakai opsi harian kalau konten dibuat sekali sebulan

Banyak toko membuat konten berkelompok: sehari penuh sebulan sekali. Untuk pola itu, Canva Rp 14.000 sehari lebih masuk akal daripada Rp 95.000 sebulan.

Selisihnya Rp 81.000 per bulan, hampir sama dengan satu paket AI penuh.

5. Berhenti di tier gratis kalau pekerjaan Anda cuma caption

Kalau yang Anda tulis hanya lima caption seminggu, paket gratis ChatGPT atau Claude sudah cukup. Batasnya baru terasa ketika volume naik.

Langkah yang bisa dikerjakan minggu ini: catat waktu tujuh hari, pilih satu pekerjaan terbesar, lalu bayar satu paket untuk pekerjaan itu saja. Anggaran konten toko kecil sebaiknya naik satu langkah, bukan langsung tiga.

Interior toko kelontong tradisional dengan rak penuh berbagai produk
Ilustrasi Unsplash

Rapikan Percakapan Jualan Anda dengan Obrola!

Konten yang bagus tidak berhenti di like. Tugasnya memindahkan orang ke chat, dan di situlah toko kecil paling sering kehilangan pesanan.

Satu banner promo bisa memanggil chat dari tiga tempat sekaligus: WhatsApp, Instagram, dan Facebook. Tiga aplikasi, dua HP, dan tidak ada yang tahu siapa sudah dibalas siapa.

Obrola menyatukan ketiganya dalam satu inbox tim sehingga tidak ada chat yang dibalas dua kali atau tidak sama sekali. Tiap percakapan membawa tahap penjualannya, jadi terlihat mana yang sudah ditawari harga dan mana yang menunggu jawaban. Riwayatnya tetap ada ketika chat berpindah tangan antar shift.

Hasilnya, materi yang Anda buat sepanjang minggu tidak berakhir di chat yang lewat begitu saja.

Jika Anda sedang menambah frekuensi konten dan mulai kewalahan membalas, diskusikan kebutuhan Anda bersama tim Obrola.

Bagian dalam sebuah barbershop kecil dengan pelanggan yang sedang dilayani
Ilustrasi Unsplash

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang AI untuk Konten Jualan (FAQ)

Apakah caption yang ditulis AI kena label di Instagram?

Tidak. Ketika Instagram memperketat aturan profil AI pada 31 Agustus 2026, pengecualiannya menyebut bahwa memakai AI untuk merapikan caption, mengedit foto, dan membuat grafis tidak memerlukan label (TechCrunch). Yang diatur adalah akun yang menampilkan orang hasil AI tanpa keterangan.

Apakah ChatGPT versi gratis cukup untuk toko kecil?

Untuk lima sampai sepuluh caption seminggu, biasanya cukup. Paket Go Rp 75.000 memberi batas chat, gambar, dan unggahan sekitar sepuluh kali lipat paket gratis, jadi bedanya baru terasa saat volume naik. Mulai dari gratis, naik ketika Anda sering menabrak batas.

Bolehkah gambar buatan AI dipakai untuk iklan?

Boleh, selama gambarnya materi pendukung dan bukan pengganti foto produk. Banner diskon, latar promo, dan grafis penjelas aman. Foto yang seolah-olah menampilkan barang yang Anda kirim tidak, karena Shopee mewajibkan foto asli produk yang dijual.

Berapa anggaran minimum AI konten per bulan?

Rp 0 kalau pekerjaan Anda hanya menulis. Rp 75.000 kalau Anda butuh volume lebih besar atau video. Rp 89.000 kalau ditambah Canva harian dua kali sebulan. Di atas Rp 200.000 per bulan, periksa lagi apakah Anda tidak sedang membayar dua alat untuk satu pekerjaan.

Sumber

Artikel terkait