Sales & Follow-upPublished 20 September 2026

Aplikasi Sales Melacak Kunjungan, Toko Anda Jualan di Chat

Daftar "aplikasi sales terbaik" yang muncul di pencarian Indonesia hampir seluruhnya dibangun untuk tim lapangan: rute, kunjungan, dan lokasi salesman. Toko yang jualannya terjadi di dalam chat sedang membaca daftar yang salah. Ini daftar yang benar, dengan harga bertanggal yang sudah diterjemahkan ke rupiah pada kurs JISDOR 9 September 2026.

Aplikasi Sales Melacak Kunjungan, Toko Anda Jualan di Chat
Naveen Ketterer/Unsplash
  • Aplikasi sales yang muncul di halaman pertama pencarian Indonesia sebagian besar mengukur kunjungan lapangan: rute, titik GPS salesman, dan absensi di lokasi pelanggan.
  • Toko yang penjualannya terjadi di dalam chat butuh ukuran yang lain: tahap tiap percakapan, chat yang berhenti tanpa jawaban, dan siapa yang sedang memegangnya.
  • Ada sepuluh pilihan yang realistis untuk tim satu sampai lima orang, dengan harga bertanggal yang sudah diterjemahkan ke rupiah pada kurs JISDOR 9 September 2026.
  • Obrola menyatukan WhatsApp, Instagram, dan Facebook dalam satu inbox tim dengan tahap penjualan menempel di tiap percakapan, ditagih dalam rupiah.

Kriteria yang dipakai halaman-halaman peringkat teratas untuk kata kunci "aplikasi sales" di Indonesia terbaca seperti daftar periksa mandor: pelacakan lokasi salesman secara real-time, manajemen rute, jadwal kunjungan, dan absensi di titik pelanggan.

Kategori itu memang dibangun untuk distributor barang konsumsi dengan belasan orang di jalan. Toko dengan dua admin tidak punya satu pun dari mereka.

Masalahnya, daftar itu tetap yang dibaca pemilik usaha yang seluruh penjualannya lahir di dalam chat. Yang akhirnya dibeli adalah alat untuk mengawasi orang, bukan alat untuk menyelamatkan percakapan.

Satu pertanyaan memisahkan dua keluarga produk ini: angka di layar utamanya lahir dari pekerjaan yang sudah terjadi, atau dari admin yang harus membuka aplikasi kedua dan mengetik ulang? Sepuluh rekomendasi di bawah disusun dari jawaban itu.

Pemilik toko berdiri di antara rak yang penuh barang dagangan di toko kecilnya
Ilustrasi Unsplash

Apa Itu Aplikasi Sales?

Aplikasi sales adalah perangkat lunak yang mencatat proses penjualan supaya tidak hanya tersimpan di kepala orang yang mengerjakannya. Sampai di situ, semua sepakat.

Perbedaannya muncul pada satuan yang dicatat. Satu kunjungan, atau satu percakapan. Dua pilihan itu melahirkan dua produk yang nyaris tidak berhubungan, meski dijual dengan nama kategori yang sama.

1. Aplikasi sales lapangan mencatat kunjungan

Keluarga pertama dibangun untuk tim yang bekerja di luar kantor. Satuan kerjanya adalah kunjungan ke toko atau ke kantor pelanggan, dan aplikasinya memastikan kunjungan itu benar-benar terjadi.

Karena itu fiturnya berupa perencanaan rute, jadwal kunjungan harian, pencatatan pesanan di lokasi, mode offline untuk daerah tanpa sinyal, dan penandaan lokasi saat salesman melapor.

Produk semacam ini masuk akal untuk distributor dengan armada di jalan. Untuk toko dua orang yang tidak pernah keluar dari balik konter, tidak ada satu pun angka di sana yang bisa diisi.

2. Aplikasi sales percakapan mencatat chat

Keluarga kedua memakai percakapan sebagai satuan. Yang dicatat adalah kapan chat masuk, sudah sampai tahap apa, siapa yang memegangnya, dan berapa lama sejak balasan terakhir.

Bentuknya bisa CRM dengan tahap deal, bisa inbox bersama yang diberi status penjualan. Yang penting, isinya lahir dari pekerjaan yang memang sudah dilakukan admin sepanjang hari.

Di kelompok inilah pemilik toko yang jualannya di WhatsApp seharusnya mencari, dan bagaimana pipeline penjualan bisa hidup di dalam chat sudah dibahas terpisah.

3. Cara membedakannya dalam sepuluh detik

Buka halaman produknya dan lihat tangkapan layar dasbor yang mereka pajang. Kalau angka paling besar di layar itu jumlah kunjungan, persentase rute selesai, atau peta dengan titik-titik orang, itu keluarga pertama.

Kalau yang besar adalah jumlah percakapan terbuka, tahap deal, atau waktu tunggu balasan, itu keluarga kedua. Tidak perlu membaca daftar fitur sampai habis.

Ujian kedua sama cepatnya: cari kata "WhatsApp" di halaman harganya, bukan di halaman fitur. Halaman harga adalah tempat vendor berjanji dengan konsekuensi tagihan.

Diagram dua kolom: aplikasi kunjungan mencatat rute, titik GPS, absensi lokasi, dan laporan yang diketik ulang; aplikasi percakapan mencatat tahap deal, waktu tunggu balasan, dan chat yang berhenti tanpa jawaban, terisi sendiri dari chat yang sudah dibalas
Satuan yang dicatat dua keluarga produk

Rekomendasi Aplikasi Sales Terbaik untuk Bisnis Kecil

Semua angka di bawah diambil dari halaman harga resmi masing-masing produk, dibuka pada 9 September 2026. Harga dolar diterjemahkan ke rupiah memakai kurs referensi JISDOR Bank Indonesia tanggal yang sama, Rp17.552,00 per dolar AS.

Angka rupiah itu berlaku untuk hari itu saja. Tagihan Anda tetap mengikuti kurs kartu pada hari penagihan, dan itu sendiri sudah menjadi pertimbangan.

Urutannya menurut kecocokan untuk usaha satu sampai lima orang yang jualannya terjadi di chat, bukan menurut besar perusahaan pembuatnya.

1. Obrola

Obrola menyatukan WhatsApp, Instagram, dan Facebook dalam satu inbox tim, dengan tahap penjualan menempel di tiap percakapan: New, Active, Pending, Closing, Closed. Asisten AI bernama Ola merangkum riwayat dan menyusun draf balasan.

Cocok untuk toko atau usaha jasa dengan satu sampai lima orang yang seluruh penjualannya lahir dari chat, dan yang ingin tagihannya datang dalam rupiah.

Harga Obrola: Starter Rp 499.000/bulan mulai dari tiga agen; Pro Rp 1.900.000/bulan; tagihan tahunan hemat hingga 20%; tanpa biaya setup. Rinciannya di halaman harga Obrola.

Fitur unggulan Obrola:

  • Satu inbox tiga kanal: WhatsApp, Instagram, dan Facebook masuk ke antrean yang sama tanpa berpindah aplikasi.
  • Tahap penjualan per percakapan: setiap chat punya status, sehingga yang berhenti di tahap Closing terlihat tanpa dicari.
  • Ola, asisten AI: merangkum riwayat percakapan agar admin lain bisa melanjutkan tanpa membaca dari awal.

Kelebihan

  • Angka pipeline-nya lahir dari chat yang sudah dibalas, bukan dari laporan yang diketik ulang di aplikasi kedua.
  • Harga dalam rupiah, satu angka bulanan, tanpa biaya onboarding wajib.

Kekurangan

  • Paket Starter dimulai dari tiga agen, jadi usaha satu orang membayar kapasitas yang belum terpakai.
  • Tidak ada rekaman atau analisis panggilan telepon, sehingga tim yang menutup deal lewat telepon tidak terlayani.

2. Kommo

Kommo adalah CRM yang dibangun di atas percakapan: pipeline visual dan kotak masuk chat berada di layar yang sama, dengan WhatsApp Business API tersedia di semua paket berbayar.

Nama ini tidak muncul di daftar "aplikasi sales" berbahasa Indonesia yang saya buka, padahal bentuknya justru paling dekat dengan cara toko dua admin bekerja setiap hari.

Harga Kommo: Base US$25/pengguna/bulan (≈Rp438.800), Advanced US$35, Pro US$45. Halaman harganya menyatakan "Monthly payment is not currently available. The minimum subscription period is 6 months", jadi dua admin membayar US$300 di muka (≈Rp5.265.600).

Fitur unggulan Kommo:

  • WhatsApp API bawaan: paket Base sudah mencakup satu nomor WhatsApp dan satu akun Instagram.
  • Pipeline percakapan: kartu deal bergerak antar tahap dari dalam layar chat.
  • Template dan tombol WhatsApp: termasuk katalog, daftar pilihan, dan Flows di semua paket.

Kelebihan

  • Kanal chat bukan integrasi tambahan berbayar, melainkan bagian dari paket termurah.
  • Satu tampilan untuk pesan dan tahap deal, sehingga admin tidak berpindah aplikasi.

Kekurangan

  • Tidak ada opsi bulanan sama sekali; komitmen minimum enam bulan dibayar di depan.
  • Nomor WhatsApp tambahan dihitung per pengguna, dan tagihannya hanya dalam dolar.

3. respond.io

respond.io adalah kotak masuk multikanal dengan otomasi alur pesan yang cukup dalam, dan penagihannya per ruang kerja, bukan per kepala.

Masuk daftar ini karena tim tiga sampai lima orang membayar angka yang sama dengan tim satu orang. Yang perlu diperiksa lebih dulu adalah apakah kebutuhan Anda memang otomasi, bukan pencatatan tahap deal.

Harga respond.io: Starter US$79/bulan sudah termasuk 5 pengguna (≈Rp1.386.608); Growth US$159 untuk 10 pengguna; Advanced US$279. Halaman harganya menyatakan biaya WhatsApp tidak termasuk dalam langganan mana pun.

Fitur unggulan respond.io:

  • Lima pengguna di paket termurah: tambahan anggota tim tidak langsung menaikkan tagihan.
  • Alur otomasi visual: penyaringan dan pengalihan chat disusun tanpa menulis kode.
  • Saldo WhatsApp terpisah: biaya percakapan Meta dibayar dari saldo yang Anda isi sendiri.

Kelebihan

  • Harga tidak bergerak saat tim bertambah dari dua menjadi lima orang.
  • Otomasinya cukup rinci untuk toko yang chat masuknya sudah puluhan per hari.

Kekurangan

  • Kata "pipeline" dan "deal" tidak muncul sama sekali di halaman harganya, jadi tahap penjualan bukan janji utamanya.
  • Setiap pengisian saldo WhatsApp kena biaya proses 5,5% dari pemroses pembayaran, sehingga saldo US$100 ditagih US$105,50 (halaman bantuan WhatsApp Fees respond.io, dibuka 9 September 2026).

Dua orang berdiri berdampingan di dalam toko, masing-masing memeriksa ponselnya sendiri
Ilustrasi Unsplash

4. Zoho Bigin

Bigin adalah CRM pipeline ringan dari Zoho yang sengaja dipangkas untuk usaha kecil, dengan integrasi WhatsApp Business tersedia mulai paket berbayar pertama.

Produk ini jarang masuk daftar Indonesia karena namanya kalah besar dari kakaknya. Untuk pemilik usaha yang baru pertama kali mencatat pipeline, justru itu kelebihannya.

Harga Zoho Bigin: paket gratis untuk 1 pengguna, 500 record, dan satu pipeline. Paket Express, Premier, dan Bigin 360 ditampilkan dalam mata uang yang berbeda tergantung wilayah penagihan, jadi angkanya perlu Anda baca sendiri saat halaman dibuka dari Indonesia.

Fitur unggulan Zoho Bigin:

  • Pipeline sederhana: tahap deal bisa dipakai tanpa penyiapan panjang.
  • WhatsApp Business: tersedia sejak paket berbayar pertama, bukan hanya di kelas atas.
  • Halaman pemesanan: satu tautan jadwal ikut di paket gratis.

Kelebihan

  • Paket gratisnya cukup untuk satu orang yang baru mulai merapikan catatan penjualan.
  • Kurva belajarnya paling landai di antara CRM pada daftar ini.

Kekurangan

  • Paket gratis hanya satu pengguna, jadi dua admin langsung masuk paket berbayar.
  • Harga tidak tampil konsisten dalam satu mata uang, sehingga sulit dibandingkan sebelum mendaftar.

5. Pipedrive

Pipedrive adalah CRM yang seluruh tampilannya disusun mengelilingi tahap deal, dan itu masih menjadi kekuatan utamanya.

Cocok untuk usaha jasa yang penawarannya bernilai besar dan siklusnya panjang, di mana mencatat tahap secara manual masih sepadan dengan waktunya.

Harga Pipedrive: Lite US$14/kursi/bulan (≈Rp245.728), Growth US$24, Premium US$49, Ultimate US$69. Dua kursi Lite berarti US$28 per bulan (≈Rp491.456). Add-on dijual terpisah: LeadBooster dan Smart Docs mulai US$32,50, Projects mulai US$16.

Fitur unggulan Pipedrive:

  • Papan deal: tahap penjualan terlihat sebagai kolom yang bisa digeser.
  • Pengingat aktivitas: tiap deal wajib punya langkah berikutnya yang terjadwal.
  • Laporan konversi: terlihat tahap mana yang paling banyak menggugurkan calon pembeli.

Kelebihan

  • Konsep tahap deal-nya paling jelas dan paling mudah diikuti orang baru.
  • Paket termurah masih terjangkau untuk dua kursi.

Kekurangan

  • WhatsApp tidak disebut sama sekali di halaman harganya, jadi kanal utama Anda harus disambung lewat pihak ketiga.
  • Fitur yang sering dianggap dasar dijual sebagai add-on di dua paket bawah.

6. HubSpot Sales Hub

HubSpot Sales Hub menggabungkan CRM, urutan email, dan asisten AI dalam satu langganan, dengan paket gratis yang benar-benar bisa dipakai.

Masuk akal untuk usaha yang penjualannya masih banyak lewat email dan formulir website, dan yang ingin mencoba tanpa kartu kredit lebih dulu.

Harga HubSpot Sales Hub: Free tools untuk 2 pengguna; Starter US$7/kursi/bulan tagihan tahunan (≈Rp122.864) atau US$20 bulanan (≈Rp351.040); Professional US$90/kursi (≈Rp1.579.680) dengan biaya onboarding wajib satu kali US$1.500 (≈Rp26.328.000); Enterprise US$150 dengan onboarding US$3.500.

Fitur unggulan HubSpot Sales Hub:

  • CRM gratis dua pengguna: kontak dan deal tercatat tanpa biaya.
  • Urutan email otomatis: rangkaian follow-up berjalan sendiri setelah disusun.
  • Pelacakan buka email: terlihat siapa membuka penawaran dan kapan.

Kelebihan

  • Paket gratisnya cukup untuk dua orang mencatat deal tanpa mengeluarkan uang.
  • Dokumentasi dan materi belajarnya paling banyak di kelompok ini.

Kekurangan

  • Lompatan dari Starter ke Professional membawa biaya onboarding wajib US$1.500 yang tertulis di halaman harganya.
  • WhatsApp bukan kanal aslinya, sehingga chat tetap hidup di aplikasi lain.

7. Freshsales

Freshsales adalah CRM dari Freshworks dengan penilaian prospek berbantuan AI dan harga per kursi yang paling rendah di daftar ini.

Pilihan masuk akal kalau Anda butuh CRM murah untuk mencatat prospek, dan menerima bahwa chat tetap ditangani di aplikasi terpisah.

Harga Freshsales: Growth US$9/pengguna/bulan tagihan tahunan (≈Rp157.968), Pro US$39, Enterprise US$59, dengan uji coba 21 hari. Freddy AI Agent dijual terpisah pada US$49 per 100 sesi (≈Rp860.048).

Fitur unggulan Freshsales:

  • Lead scoring berbantuan AI: prospek diberi peringkat berdasarkan aktivitasnya.
  • Telepon bawaan: panggilan bisa dilakukan dari dalam CRM.
  • Pipeline ganda: beberapa alur penjualan berjalan bersamaan.

Kelebihan

  • Harga per kursi paling murah, sehingga dua admin masuk di bawah US$20 per bulan.
  • Uji coba 21 hari lebih panjang dari kebanyakan pesaingnya.

Kekurangan

  • WhatsApp tidak muncul di halaman harga Freshsales; kanalnya berada di sisi produk chat mereka yang ditagih terpisah.
  • Kemampuan AI ditagih per sesi, jadi biayanya naik justru saat sedang ramai.

Grafik batang biaya bulanan untuk dua kursi dalam rupiah pada kurs JISDOR 9 September 2026: Freshsales Growth Rp315.936, Pipedrive Lite Rp491.456, Obrola Starter Rp499.000 untuk tiga agen, monday CRM Basic Rp631.872 karena minimal tiga kursi, Kommo Base Rp877.600, respond.io Starter Rp1.386.608 yang sudah termasuk lima pengguna
Biaya dua kursi dalam rupiah

8. monday CRM

monday CRM adalah lapisan penjualan di atas papan kerja monday, sehingga tampilannya familiar bagi tim yang sudah memakai papan tugas.

Masalahnya justru pada lantai pembeliannya, dan itu yang membuat produk ini turun jauh dalam urutan ini.

Harga monday CRM: Basic US$12/kursi/bulan tagihan tahunan (≈Rp210.624) atau US$18 bulanan, Standard US$17, Pro US$28. Halaman harganya mencantumkan "Plans start from 3 users", jadi lantai tahunannya 3 × US$12 × 12 = US$432 (≈Rp7.582.464).

Fitur unggulan monday CRM:

  • Papan deal yang bisa disusun sendiri: kolom dan tahap diatur bebas.
  • Otomasi bawaan: perpindahan tahap bisa memicu tugas atau notifikasi.
  • Dasbor penjualan: ringkasan angka dalam satu tampilan.

Kelebihan

  • Sangat mudah dipahami tim yang terbiasa bekerja dengan papan tugas.
  • Otomasinya bisa disusun tanpa bantuan teknis.

Kekurangan

  • Tidak bisa dibeli untuk kurang dari tiga kursi, sehingga toko dua admin membayar satu kursi kosong.
  • Paket Basic dibatasi 1.000 kontak dan deal aktif, dan tidak ada kanal WhatsApp.

9. Attio

Attio adalah CRM modern yang datanya bisa dibentuk sendiri, dengan paket gratis paling lapang di antara sepuluh nama ini.

Jarang muncul di daftar Indonesia karena pasarnya perusahaan rintisan teknologi. Untuk pembaca ini, satu hal saja yang menentukan: kanal chat tidak ada di dalamnya.

Harga Attio: paket gratis untuk 3 kursi, 3 objek, 50.000 record, dan 200 email per bulan. Plus US$35/pengguna/bulan tagihan tahunan (≈Rp614.320) atau US$44 bulanan (≈Rp772.288); Pro US$79 tahunan atau US$99 bulanan.

Fitur unggulan Attio:

  • Objek data yang bisa dibentuk sendiri: struktur catatan mengikuti cara Anda bekerja.
  • Sinkronisasi email dan kalender: riwayat kontak terisi dari kotak masuk email.
  • Paket gratis tiga kursi: dua admin plus pemilik muat tanpa membayar.

Kelebihan

  • Paket gratisnya paling murah hati dan cukup untuk mencoba selama berbulan-bulan.
  • Tampilannya cepat dan ringan dibanding CRM sekelasnya.

Kekurangan

  • Tidak ada WhatsApp sama sekali, jadi seluruh percakapan penjualan Anda tetap di luar sistem.
  • Datanya harus dimasukkan, dan itu persis pekerjaan tambahan yang ingin dihindari tim dua orang.

10. folk

folk adalah CRM yang berpusat pada kontak dan hubungan, bukan pada corong penjualan yang kaku.

Masuk daftar ini karena halaman harganya menyebut WhatsApp secara terang, hal yang tidak dilakukan sebagian besar CRM di kelompok ini. Bentuk sambungannya perlu Anda periksa sendiri sebelum berlangganan.

Harga folk: Standard US$24/anggota/bulan tagihan tahunan (≈Rp421.248) atau US$30 bulanan; Premium US$48 tahunan atau US$60 bulanan; Enterprise mulai US$80. Uji coba 14 hari, tanpa minimum kursi.

Fitur unggulan folk:

  • Sinkronisasi email, kalender, dan WhatsApp: riwayat kontak terisi dari kanal yang sudah dipakai.
  • Pipeline berbasis kontak: hubungan yang dilacak, bukan hanya transaksi.
  • Batas pesan yang tercantum: 2.000 pesan per anggota per bulan di paket Standard.

Kelebihan

  • Tidak ada minimum kursi, jadi usaha satu orang membayar satu kursi saja.
  • WhatsApp diakui di halaman harga, bukan hanya di materi pemasaran.

Kekurangan

  • Yang tercantum adalah sinkronisasi, bukan penetapan chat antaranggota tim, sehingga dua admin belum tentu terbantu.
  • Tidak ada paket gratis permanen, hanya uji coba 14 hari.

Seseorang berdiri di dekat tumpukan kardus paket yang siap dikirim
Ilustrasi Unsplash

Mengapa Bisnis Kecil yang Jualan di Chat Membutuhkan Aplikasi Sales?

Survei Jakpat pada 5–6 Februari 2026 terhadap 1.387 responden, termasuk 360 pemilik usaha, mencatat WhatsApp dipakai berjualan oleh 80% pemilik usaha Milenial, 78% Gen X, dan 72% Gen Z, di atas Instagram di dua kelompok itu (GoodStats Data).

Skalanya kecil di sisi orang. Dari 45,26 juta tenaga kerja UMKM terdaftar per 31 Desember 2024, 44,29 juta atau 97,85% berada di usaha mikro (data Kementerian UMKM via Databoks).

Jadi kanal penjualannya ramai, sementara jumlah orang yang menanganinya sedikit. Lima kebocoran berikut lahir dari kombinasi itu, dan semuanya bisa Anda hitung sendiri minggu ini.

1. Prospek masuk tapi tidak pernah tercatat

Setiap chat yang bertanya harga adalah prospek. Tanpa tempat mencatat, yang tersisa hanya urutan percakapan di aplikasi, yang tenggelam begitu chat baru datang.

Akibatnya jumlah calon pembeli bulan ini tidak diketahui siapa pun. Yang diketahui hanya jumlah yang jadi membeli, dan itu angka yang berbeda.

2. Chat berhenti di "nanti saya kabari"

Kalimat itu bukan penolakan. Kalimat itu adalah janji untuk kembali, dan yang harus kembali sebenarnya Anda.

Tanpa penanda tahap, chat tersebut terlihat sama dengan chat yang sudah selesai: dua-duanya sudah dibalas. Perbedaannya baru muncul kalau ada status yang menahannya tetap terbuka.

3. Tahap deal hanya ada di kepala satu admin

Selama satu orang yang membalas, ingatan masih cukup. Begitu ada dua orang, tahap percakapan berhenti menjadi pengetahuan bersama.

Inilah yang membuat pelanggan mengulang cerita dari awal saat admin berbeda menjawab. Bukan karena lupa, melainkan karena riwayatnya memang tidak pernah dituliskan.

4. Follow-up melewati batas 24 jam

Di WhatsApp, jendela membalas bebas hanya terbuka 24 jam sejak pesan terakhir pelanggan. Lewat dari itu, Anda hanya bisa menghubungi lewat template berbayar.

Artinya keterlambatan follow-up bukan sekadar soal sopan santun, melainkan soal biaya. Batas follow-up yang ditentukan WhatsApp sudah dijelaskan terpisah, termasuk cara menghitung sisa waktunya.

5. Tagihan percakapan berjalan di bawah semua langganan

Biaya aplikasi dan biaya percakapan adalah dua tagihan berbeda. Yang satu Anda bayar ke vendor, yang satu lagi mengalir ke Meta lewat vendor.

Perubahan tarif pesan layanan yang berlaku mulai 1 Oktober mengubah sisi kedua tanpa mengubah harga langganan sama sekali, dan cara menghitung biayanya lebih dulu sudah ditulis terpisah.

Pelanggan membayar di konter sebuah kedai kopi kecil sementara staf melayani di baliknya
Ilustrasi Unsplash

Tips Memilih Aplikasi Sales untuk Tim 1–5 Orang

Enam kriteria berikut disusun dari halaman harga yang sudah dibuka, bukan dari daftar fitur. Halaman harga adalah tempat janji berubah menjadi tagihan.

1. Periksa dari mana angka utamanya lahir

Kalau dasbor hanya terisi setelah seseorang mengetik ulang apa yang sudah terjadi di chat, aplikasi itu menambah pekerjaan sebelum mengurangi apa pun.

Ujiannya sederhana: setelah Anda membalas satu chat, apakah tahapnya berubah tanpa Anda buka aplikasi lain? Kalau tidak, dalam dua minggu isinya akan basi.

2. Hitung kursi minimum yang wajib dibeli

Harga yang diiklankan belum tentu harga yang bisa dibeli. monday CRM mencantumkan US$12 per kursi, tetapi juga "Plans start from 3 users", jadi tagihan terkecilnya tiga kursi.

Di sisi lain, respond.io memaketkan lima pengguna pada satu harga, dan folk tidak menetapkan minimum sama sekali. Perbedaan model ini lebih menentukan daripada selisih harga per kursi.

3. Baca komitmen di muka, bukan harga per bulan

Kommo menuliskan "Monthly payment is not currently available. The minimum subscription period is 6 months". Angka US$25 tetap benar, tetapi uang yang keluar pertama kali adalah US$150 per pengguna.

Ada pula komitmen yang tidak berbentuk langganan. HubSpot mencantumkan biaya onboarding wajib satu kali US$1.500 pada paket Professional, dan angka itu tidak muncul di baris harga bulanan.

4. Terjemahkan harga dolar ke rupiah pada kurs hari ini

Semua produk asing di daftar ini menagih dalam dolar, sementara penghasilan toko Anda rupiah. Pada kurs JISDOR 9 September 2026 sebesar Rp17.552,00, US$79 setara Rp1.386.608.

Dua hari sebelumnya kurs yang sama tercatat Rp17.653,00. Selisihnya kecil untuk satu bulan, tetapi nyata untuk komitmen enam bulan atau setahun di muka.

5. Cari biaya di bawah biaya

Langganan aplikasi bukan satu-satunya baris tagihan. respond.io menyatakan biaya WhatsApp tidak termasuk dalam langganan mana pun, dan menambahkan biaya proses 5,5% pada setiap pengisian saldo.

Pola yang sama muncul di banyak penyedia dengan nama berbeda. Cara membaca susunan tagihan ini sudah diuraikan dalam tulisan tentang harga aplikasi customer service yang belum termasuk WhatsApp.

6. Akui kalau spreadsheet masih cukup

Di bawah kira-kira sepuluh chat penjualan per hari dan satu orang yang membalas, satu lembar catatan masih mengalahkan langganan mana pun.

Yang mengubah perhitungan bukan jumlah chat, melainkan jumlah orang. Begitu ada dua admin yang saling menggantikan, cara mengelola chat WhatsApp bisnis dengan label saja mulai gagal, dan tandanya bisa dikenali lebih awal.

Seorang perempuan duduk di meja sambil menulis daftar di atas kertas
Ilustrasi Unsplash

Hitung Tujuh Hari Chat Terakhir Sebelum Berlangganan

Sebelum membuka satu pun halaman harga, kumpulkan angka Anda sendiri. Tujuh hari cukup, dan alatnya buku tulis.

Setiap kali ada chat penjualan masuk, tulis tiga hal dalam satu baris:

  • Tanggal chat pertama masuk.
  • Tahap terakhir percakapan itu: tanya harga, minta foto, minta ongkir, janji transfer, atau sudah bayar.
  • Nama orang yang terakhir membalasnya.

Tujuh hari kemudian, tiga pertanyaan di bawah dijawab oleh daftar itu, bukan oleh perasaan Anda.

1. Berapa chat yang berhenti tanpa jawaban Anda?

Hitung baris yang tahap terakhirnya masih berupa pertanyaan pelanggan. Itulah calon pembeli yang hilang bukan karena harga, melainkan karena tidak ada yang kembali.

Kalau angkanya nol, masalah Anda bukan pencatatan. Kalau angkanya di atas tiga dalam seminggu, satu penjualan yang diselamatkan sudah membayar sebagian besar paket di daftar ini.

2. Berapa chat yang hanya diketahui satu orang?

Lihat kolom nama. Kalau semua baris berisi nama yang sama, Anda belum butuh inbox tim, Anda butuh pengingat.

Kalau dua nama bergantian dan ada baris yang tidak bisa dijelaskan oleh keduanya, di situlah riwayat percakapan bocor, dan itu yang dijual aplikasi kelompok kedua.

3. Berapa kursi yang sebenarnya Anda butuhkan?

Hitung nama yang benar-benar muncul di kolom ketiga selama tujuh hari, bukan jumlah karyawan Anda. Angka itu yang dibawa ke halaman harga.

Kalau hasilnya dua, produk dengan minimum tiga kursi langsung gugur. Kalau hasilnya empat atau lima, model harga per ruang kerja mendadak lebih murah daripada model per kursi.

Diagram lembar hitung tujuh hari: tiga kolom yang ditulis tangan setiap hari berisi tanggal, tahap terakhir percakapan, dan nama orang yang memegangnya, lalu tiga pertanyaan yang dijawab pada hari ketujuh tentang berapa chat berhenti, berapa yang hanya diketahui satu orang, dan berapa kursi yang perlu dibeli
Tiga kolom, tujuh hari, tiga pertanyaan

Rapikan Pipeline Penjualan Toko Anda dengan Obrola!

Yang dibutuhkan toko dengan dua admin bukan daftar fitur terpanjang, melainkan jaminan bahwa pekerjaan yang sudah dilakukan hari ini masih bisa dilihat besok pagi oleh orang lain.

Obrola menyatukan WhatsApp, Instagram, dan Facebook dalam satu inbox tim, menempelkan tahap penjualan pada tiap percakapan sehingga pipeline tidak lagi hidup di kepala satu admin, dan menyimpan riwayatnya agar pelanggan tidak mengulang cerita dari awal saat admin berganti.

Hasilnya bukan laporan tambahan. Hasilnya adalah catatan penjualan yang terisi sendiri dari chat yang memang sudah dibalas, dengan tagihan dalam rupiah dan tanpa biaya setup.

Jika Anda sedang membandingkan aplikasi sales bulan ini, diskusikan kebutuhan tim Anda bersama tim Obrola sambil membawa hasil hitungan tujuh hari tadi.

Seorang perempuan duduk di lantai sambil memeriksa ponselnya
Ilustrasi Unsplash

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Aplikasi Sales (FAQ)

Apakah aplikasi sales sama dengan CRM?

Tidak selalu. CRM adalah tempat menyimpan kontak dan tahap deal, sementara "aplikasi sales" di pasar Indonesia sering berarti pemantau aktivitas tim lapangan.

Keduanya bisa bertemu dalam satu produk, tetapi tidak otomatis. Periksa satuan yang dicatat: kunjungan atau percakapan.

Bisakah aplikasi sales lapangan dipakai toko yang jualan di chat?

Bisa dipasang, tetapi sebagian besar kolomnya akan kosong. Rute, jadwal kunjungan, dan penandaan lokasi tidak punya isi kalau tidak ada orang yang berkunjung.

Yang tersisa biasanya hanya modul kontak dan pipeline sederhana, dan untuk itu ada produk yang jauh lebih murah.

Adakah aplikasi sales yang benar-benar gratis untuk dua orang?

Ada. HubSpot menyediakan free tools untuk 2 pengguna, dan Attio memberi paket gratis sampai 3 kursi dengan 50.000 record serta 200 email per bulan.

Keduanya tidak membawa kanal WhatsApp, jadi chat Anda tetap berada di luar sistem. Untuk sebagian toko itu sudah cukup sebagai langkah pertama.

Apakah harga langganan sudah termasuk biaya WhatsApp?

Hampir tidak pernah. Sejak 1 Juli 2025 Meta menagih per pesan template yang terkirim, dan penagihannya berjalan lewat Meta Business Suite, terpisah dari langganan aplikasi mana pun (dokumentasi harga WhatsApp Business Platform).

Artinya dua baris tagihan berjalan bersamaan setiap bulan. Sebelum berlangganan, tanyakan apakah penyedia menagih tarif Meta apa adanya atau menambahkan margin di atasnya.

Artikel terkait

Sumber