WhatsApp BusinessPublished 6 Oktober 2026

Cara Buat Link WhatsApp untuk Katalog Produk

Menyalin link katalog WhatsApp hanya butuh tiga ketukan. Yang menentukan link itu menjual atau tidak adalah apa yang dilihat pembeli setelah mengetuknya, dan justru bagian itu yang tidak dijelaskan panduan mana pun.

Cara Buat Link WhatsApp untuk Katalog Produk
Unsplash
  • Empat jenis link yang sering tertukar: tautan katalog penuh, tautan satu produk, link chat wa.me, dan short link bisnis.
  • Menyalin tautannya hanya butuh beberapa ketukan dari Pengelola katalog, baik dari aplikasi maupun WhatsApp Web.
  • Yang menentukan link menjual ada di sisi pembeli: halaman pemilih di browser, item yang gagal review dan tidak pernah tampil, sampai tautan yang rusak karena diedit.
  • Obrola menyatukan chat yang masuk dari semua tautan tersebut ke dalam satu inbox tim, lengkap dengan tahap penjualan tiap percakapan.

Admin toko online mengenal rutinitas ini: setiap ada pembeli bertanya stok, album foto yang sama dikirim ulang dari galeri. Kadang urutannya terbalik, kadang masih ada harga lama yang menempel di gambar. Katalog WhatsApp Business menyelesaikan pekerjaan itu dengan satu tautan yang bisa dibuka pembeli sendiri, tanpa menunggu admin online.

Masalahnya, hampir semua panduan berhenti di cara menyalin tautan tersebut. Padahal menyalinnya hanya tiga ketukan. Yang menentukan link itu menjual atau tidak adalah apa yang terjadi setelah pembeli mengetuknya: halaman apa yang muncul, item mana yang tidak terlihat, dan kapan tautan diam-diam berhenti bekerja.

Peta lengkapnya ada di bawah, mulai dari empat jenis link yang sering tertukar sampai tempat terbaik memasang masing-masing.

Apa Itu Link WhatsApp untuk Katalog?

Link katalog WhatsApp adalah tautan yang membuka etalase produk di profil bisnis Anda langsung di dalam WhatsApp. Tautannya tidak perlu Anda rakit sendiri: WhatsApp membuatnya secara otomatis, dan Pusat Bantuan menegaskan tautan itu tidak bisa disesuaikan serta bisa rusak jika Anda mencoba mengubahnya (Pusat Bantuan WhatsApp).

Yang sering membingungkan adalah jumlahnya. Yang orang sebut “link WhatsApp” sebenarnya minimal empat hal berbeda dengan empat tugas berbeda, dan mencampurnya adalah penyebab paling umum tautan terpasang di tempat yang salah.

1. Link katalog: seluruh etalase dalam satu tautan

Inilah tautan yang Anda salin dari Pengelola katalog. Bentuknya wa.me/c/ diikuti nomor bisnis Anda dalam format internasional tanpa tanda plus. Format ini tidak dituliskan di Pusat Bantuan, tetapi konsisten pada setiap hasil salinan, dan didokumentasikan pihak ketiga seperti SleekFlow sebagai format tautan katalog.

Tugasnya satu: membiarkan pembeli browsing seluruh etalase. Ini tautan yang tepat untuk bio profil dan semua tempat orang baru mengenal toko Anda.

2. Link satu produk

Setiap item di katalog juga punya tautannya sendiri. Di WhatsApp Web, jalurnya bahkan punya nama khusus: Kirim produk, untuk membagikan tautan item kepada pengguna lain di obrolan (Pusat Bantuan WhatsApp).

Tautan item membawa pembeli langsung ke satu produk tanpa menyisir puluhan item lain. Gunakan untuk barang yang sedang Anda dorong.

3. Link chat dengan pesan siap kirim

Format ini yang ditulis resmi: wa.me/ diikuti nomor telepon lengkap dalam format internasional, tanpa nol di depan, tanda plus, kurung, atau setrip (Pusat Bantuan WhatsApp). Bisa ditambah ?text= berisi pesan yang sudah di-URL encoding, misalnya spasi ditulis %20.

Pembeli mengetuk, chat terbuka, pesannya sudah terisi; pembeli tetap yang menekan kirim. Ini link untuk orang yang sudah berniat order, bukan untuk yang masih melihat-lihat.

4. Short link bisnis

Aplikasi WhatsApp Business menyediakan fitur tautan pendek lewat menu Tools, lengkap dengan pesan bawaan yang bisa Anda sunting sendiri (Pusat Bantuan WhatsApp). Bentuk hasil salinannya: wa.me/message/ diikuti kode unik.

Sifatnya perlu dicatat: siapa pun yang memegang tautan ini bisa langsung mengirim pesan ke bisnis Anda. Praktis untuk dibagikan, tapi bukan untuk disebar ke tempat yang tidak Anda kendalikan.

Diagram empat jenis link katalog WhatsApp: wa.me/c/ untuk seluruh etalase, tautan satu produk dari halaman item, wa.me/ dengan ?text= untuk chat berisi pesan terisi, dan wa.me/message/ untuk short link bisnis
Empat jenis link, empat tugas

Cara Membuat Link Katalog WhatsApp

Langkah menyalin tautannya singkat. Yang butuh sedikit kerja adalah memastikan katalog di baliknya layak dibagikan, karena tautan yang rapi tidak menolong etalase yang setengah jadi.

1. Syarat katalog sebelum link ada

Katalog minimal sudah berisi satu item; tanpa itu tidak ada etalase untuk dibagikan. Setiap item juga punya aturan main yang jarang dibacakan panduan:

  • Maksimal sepuluh gambar per item, semuanya diunggah langsung dari file atau galeri Anda (Pusat Bantuan WhatsApp).
  • Negara asal wajib dipilih setiap kali menambah item baru atau mengedit yang lama; harga, deskripsi, dan kode produk justru sifatnya opsional.
  • Setiap gambar melewati review kebijakan perdagangan sebelum item boleh terlihat oleh pelanggan.

Isi deskripsi yang menjawab pertanyaan sebelum ditanya akan mempersingkat chat yang masuk lewat tautan; cara menyusunnya ada di panduan menulis deskripsi produk.

Sepatu sneaker dipajang di sebelah ponsel yang berdiri di atas latar netral untuk pemotretan produk katalog
Gambar Unsplash

2. Salin link katalog dari aplikasi

Di aplikasi WhatsApp Business, buka alat bisnis lalu ketuk Katalog untuk membuka Pengelola katalog (Pusat Bantuan WhatsApp).

  • Di Pengelola katalog, ketuk ikon opsi lainnya, lalu pilih Bagikan atau Bagikan tautan.
  • Pilih Salin tautan untuk menyimpannya ke clipboard, atau Kirim tautan via aplikasi WhatsApp Business untuk meneruskannya ke chat.
  • Dua pilihan lain tersedia di menu yang sama: Bagikan ke status saya, serta Bagikan tautan ke email dan aplikasi lain.
  • Dari dalam chat juga bisa: ketuk ikon lampiran, pilih Katalog, lalu Kirim katalog.

Mengirim beberapa item sekaligus juga didukung; Anda dapat mengetuk beberapa item sebelum mengirimnya. Kalau katalog dikelola bergantian dengan admin lain lewat HP yang sama, aturan mainnya ada di panduan WhatsApp Business untuk dua admin.

Pegawai toko pakaian menunjukkan katalog produk di layar tablet kepada pembeli di balik konter
Ilustrasi Unsplash

3. Salin link katalog dari WhatsApp Web

Di komputer, katalog dibuka lewat menu WhatsApp Web, dan tautannya dibagikan dari situ (Pusat Bantuan WhatsApp).

  • Buka WhatsApp di komputer, klik ikon menu, lalu pilih Katalog.
  • Untuk seluruh katalog: pilih opsi Salin tautan, lalu tempelkan ke aplikasi lain.
  • Untuk satu item: pilih itemnya dulu, klik ikon opsi lainnya, lalu Kirim produk atau Salin tautan.
  • Pesan yang menyertai tautan bisa disesuaikan sebelum dikirim ke chat.

Laptop terbuka di meja packing toko online dengan tumpukan paket parcel di sekitarnya
Gambar Unsplash

4. Ambil link satu produk untuk item promo

Dari Pengelola katalog, ketuk produknya untuk membuka halaman detail, lalu ketuk Bagikan tautan. Pilihan berbagi yang sama muncul, termasuk Salin tautan untuk item tunggal (Pusat Bantuan WhatsApp).

Tautan item punya satu tugas: membawa pembeli ke satu produk tanpa menyisir katalog. Gunakan di materi promosi untuk barang yang sedang Anda dorong; cara menyusun caption yang membuat orang chat pernah kami rangkum di 10 prompt caption jualan.

Apa yang Dilihat Pembeli Setelah Mengetuk Link Anda

Sebagian besar panduan berhenti di tautan tersalin. Padahal pengalaman pembeli pecah menjadi dua jalur yang berbeda, tergantung dari mana link diketuk.

1. Diketuk di dalam WhatsApp: katalog terbuka langsung

Penerima yang membuka tautan dari dalam WhatsApp tidak melihat halaman perantara. Tautan akan langsung membuka item atau katalog saat diakses melalui WhatsApp, dan berlaku juga di aplikasi WhatsApp Business (Pusat Bantuan WhatsApp).

Jadi chat dan status adalah jalur paling mulus: pembeli mengetuk, etalase terbuka, tidak ada langkah tambahan.

2. Diketuk dari browser atau email: muncul pemilih

Dari email atau browser, pembeli tidak langsung masuk ke katalog. Yang muncul adalah pemilih yang mengizinkan penerima memilih cara membuka tautan (Pusat Bantuan WhatsApp).

Praktisnya ada satu langkah tambahan antara mengetuk dan melihat etalase. Kecil, tapi terasa di bio Instagram tempat pembeli menilai dalam hitungan detik; chat yang kemudian masuk perlu tetap dikelola agar tidak kelewat di pengelolaan chat WhatsApp bisnis.

Diagram dua jalur pembeli setelah mengetuk link katalog: dari chat dan status WhatsApp katalog langsung terbuka tanpa perantara, dari browser dan email muncul halaman pemilih dulu sebelum katalog terbuka
Dua jalur setelah link diketuk

3. Item yang tidak pernah tampil bagi pembeli

Kegagalan paling senyap: item yang menunggu persetujuan atau sudah ditolak tidak akan terlihat oleh pelanggan (Pusat Bantuan WhatsApp). Akibatnya link Anda hidup dan katalog terbuka, tapi etalasenya bolong tanpa Anda sadari.

  • Menunggu persetujuan: item sudah tersimpan, tapi masih antre review; pembeli tidak melihatnya sampai lolos.
  • Ditolak: ditandai ikon tanda seru merah di samping gambar produk; dari halaman itemnya Anda bisa meminta tinjauan ulang.
  • Disembunyikan: Anda sendiri mencentang Sembunyikan item; barang kembali tampil begitu centangnya dihapus.

Tiga keadaan ini sama diamnya dari luar. Satu-satunya cara mengetahuinya adalah membuka Pengelola katalog sendiri, bukan menunggu pembeli bertanya “kok kosong?”.

4. Tautan yang diedit adalah tautan yang rusak

Satu kalimat kecil di Pusat Bantuan ini yang paling sering menggagalkan link: tautan katalog atau item yang dibuat otomatis tidak bisa disesuaikan, dan bisa rusak jika Anda mencoba mengubahnya (Pusat Bantuan WhatsApp).

Dalam praktik, rusaknya biasanya karena hal kecil: spasi yang ikut terblok saat menyalin, tautan yang dipotong karena dianggap kepanjangan, atau nomor yang dirapikan saat ditempel ulang. Kalau tautan berhenti bekerja, jangan perbaiki di tempat; salin ulang dari Pengelola katalog.

Di Mana Link Katalog Sebaiknya Dipasang?

Prinsipnya satu kalimat: link katalog untuk pembeli yang masih melihat-lihat, link chat untuk yang sudah mau order. Tempat memasangnya mengikuti niat orang yang berada di tempat itu.

Pembeli mengarahkan kamera ponselnya untuk memindai kode QR
Gambar Unsplash

1. Bio profil: link katalog

Bio dikunjungi orang yang sedang menjelajah dan belum tentu berniat chat, jadi beri mereka etalase dulu. Tautan katalog muat di beberapa tempat sekaligus:

  • Bio Instagram dan TikTok, di kolom tautan situs.
  • Tombol WhatsApp di Google Business Profile.
  • Menu situs toko sederhana Anda.

Ingat satu hal: dari browser, pembeli melewati halaman pemilih sebelum etalase terbuka. Profil toko harus meyakinkan sebelum tautan diketuk; cara menulis caption yang mengantar orang sampai ke chat pernah kami rangkum di 10 prompt caption jualan.

2. Caption dan story: link chat dengan ?text=

Di caption dan story, orang sudah melihat produknya. Yang Anda butuhkan bukan browsing, tapi chat yang masuk dengan niat jelas.

  • Tautkan wa.me/nomor?text= supaya pesan pertama pembeli sudah terisi.
  • Sertakan nama barang di pesan terisi supaya admin tidak balik bertanya “yang mana?”.
  • Di story, pakai stiker tautan agar satu ketukan langsung membuka chat.

Chat yang masuk harus dikejar kecepatannya karena pembeli sedang menunggu; ukurannya ada di waktu respons chat WhatsApp. Dan jangan menempel tautan ini ke grup secara membabi buta; risikonya dibedah di cara blast WhatsApp yang aman.

3. Status WhatsApp: bagikan katalog langsung

Status adalah satu-satunya kanal dalam daftar ini yang berada di dalam WhatsApp. Jalur Bagikan ke status saya tersedia di menu berbagi katalog yang sama (Pusat Bantuan WhatsApp).

  • Etalase terbuka tanpa halaman pemilih karena pembeli sudah di dalam WhatsApp.
  • Jangkauannya terbatas pada kontak yang menyimpan nomor Anda, kecuali pengaturan privasi status diubah.
  • Cocok untuk stok baru dan info harga musiman yang berumur 24 jam.

Mekanisme siapa yang menerima pesan dan status dari nomor bisnis dijelaskan lebih jauh di kenapa broadcast WhatsApp tidak terkirim.

4. Stiker paket dan nota: QR code dari tautan

Tautan yang dicetak berbentuk kode QR. Paling sering dipakai di:

  • Stiker paket, supaya pelanggan lama menemukan etalase saat membuka pesanan.
  • Nota dan kertas pembungkus.
  • Papan nama atau meja kasir toko fisik.

Satu detail teknis membantu: tautan yang lebih pendek menghasilkan QR yang lebih renggang dan lebih mudah dipindai dari cetakan. Tautan wa.me sudah pendek dari awal, jadi tidak perlu layanan pemendek tambahan.

Kotak kemasan cokelat dengan label barcode di meja packing toko kecil
Ilustrasi Unsplash

Tips Menggunakan Link Katalog WhatsApp

1. Jangan sunting tautan otomatis

Karena tautan dibuat otomatis, satu-satunya pekerjaan Anda adalah menyalin dan menempel utuh. Tiga hal kecil ini paling sering mematikannya:

  • Spasi di ujung tautan yang ikut terblok saat menyalin.
  • Tautan yang dipotong karena dianggap terlalu panjang untuk caption.
  • Nomor yang “dirapikan” ketika ditempel ulang, misalnya ditambah tanda plus.

Kalau tautan sudah tidak bekerja, perbaikannya bukan mengedit, melainkan menyalin ulang dari Pengelola katalog.

2. Ganti nomor, ganti link

Nomor bisnis Anda tertanam di dalam tautan. Begitu berganti nomor, semua tautan lama otomatis menunjuk nomor yang sudah tidak Anda pakai, dari bio sampai stiker paket yang tertempel di rumah pelanggan.

Perpindahan nomor karena pindah HP punya urutan amannya, ada di panduan pindah WhatsApp Business ke HP baru. Kalau nomor lama harus diganti karena diblokir, penyebab dan pencegahannya dibedah di kenapa nomor WhatsApp diblokir. Setelah nomor baru aktif, audit semua titik lama:

  • Bio semua platform dan story yang disimpan di highlight.
  • Stiker paket dan nota yang sudah masuk ke percetakan.
  • Google Business Profile dan situs toko.

3. Pikirkan dua kali sebelum memakai shortener

Panduan lama senang menyarankan bit.ly atau goo.gl untuk memendekkan tautan katalog. Kronologi goo.gl sendiri layak dijadikan pelajaran karena setiap tahapnya bertanggal:

  • 2019: goo.gl berhenti membuat tautan baru; tautan lama tetap hidup (The Verge).
  • Juli 2024: Google mengumumkan penutupan bertahap, beralasan lebih dari 99% tautan tidak punya aktivitas dalam sebulan terakhir.
  • 1 Agustus 2025: rencana penutupan total dibatalkan; tautan yang masih aktif tetap hidup (Bitly).
  • 25 Agustus 2025: tautan goo.gl yang tidak aktif sejak akhir 2024 mati dan mengembalikan halaman error.

Pelajarannya bukan soal bit.ly baik atau buruk. Tautan pendek gratis punya umur yang ditentukan pemilik layanannya, bukan Anda, sementara tautan wa.me sudah pendek dan ikut hidup selama fitur katalog ada. Kalau tetap perlu shortener untuk alasan pelacakan, simpan tautan aslinya di catatan agar bisa dipasang ulang kapan pun.

Linimasa penutupan goo.gl: 2019 berhenti membuat tautan baru, Juli 2024 penutupan bertahap diumumkan, 1 Agustus 2025 penutupan total dibatalkan dan tautan aktif tetap hidup, 25 Agustus 2025 tautan nonaktif sejak akhir 2024 mati dengan error 404
Kronologi matinya goo.gl

4. Periksa rutin item yang ditolak dan disembunyikan

Tautan sehat belum tentu etalase sehat. Item bisa gagal review kapan pun setelah diedit, dan item lama bisa tak sengaja tersembunyi saat katalog dirapikan. Jadwalkan pemeriksaan singkat setiap minggu:

  • Buka Pengelola katalog, cari ikon tanda seru merah di sekitar gambar.
  • Untuk item yang ditolak, buka itemnya lalu minta tinjauan ulang.
  • Pantau trafik chat dari dashboard WhatsApp bisnis untuk memastikan tautan yang dipasang benar-benar diketuk.

Kelola Chat Masuk dari Link Katalog Anda dengan Obrola!

Tautan yang bekerja punya konsekuensi: chat masuk naik, dan satu HP yang dipegang bergantian cepat atau lambat tidak sanggup lagi. Tanda-tandanya pernah kami daftarkan di 9 tanda bisnis butuh inbox tim; lonjakan saat promo butuh penanganan tersendiri seperti di cara menangani lonjakan chat promo tanpa menambah admin.

Obrola menyatukan WhatsApp, Instagram, dan Facebook ke dalam satu inbox tim dengan tahap penjualan di tiap percakapan. Chat dari tautan katalog bisa langsung dibagikan ke admin yang tepat, seperti yang kami uraikan di aplikasi inbox tim WhatsApp; kecepatan membalasnya dibahas di balas chat lebih cepat; percakapan yang belum closed dikejar lewat follow-up pelanggan tanpa mengganggu. Kalau tahapannya sudah rapat, Anda praktis menjalankan CRM WhatsApp untuk sales.

Hasil akhirnya: tautan di bio bukan sekadar jendela etalase, melainkan pintu masuk pipeline yang terukur.

Jika Anda sedang menata chat masuk dari link katalog dan mulai kewalahan, diskusikan kebutuhan Anda bersama tim Obrola.

Ponsel dan paket di atas konter toko yang dilayani dua orang
Ilustrasi Unsplash

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Link Katalog WhatsApp (FAQ)

Bisakah link katalog dikustom?

Tidak. Tautan katalog maupun tautan item dibuat otomatis dan tidak bisa disesuaikan; mencoba mengubahnya justru bisa merusaknya (Pusat Bantuan WhatsApp). Yang bisa Anda atur hanya pesan yang menyertainya saat tautan dibagikan ke chat.

Apakah pembeli harus menyimpan nomor dulu?

Tidak perlu. Prinsip yang sama dengan klik untuk chat berlaku: chat bisa dimulai tanpa nomor disimpan di buku alamat telepon (Pusat Bantuan WhatsApp).

Apakah membuat link katalog berbiaya?

Tidak. Katalog, tautan katalog, dan short link adalah fitur bawaan aplikasi WhatsApp Business tanpa biaya terpisah untuk membuat dan membagikannya. Lain cerita kalau Anda memakai WhatsApp Business Platform; beda keduanya kami pisahkan di beda WhatsApp Business dan API.

Berapa batas jumlah produk dalam katalog?

Dokumen resmi hanya menyebut satu angka: maksimal sepuluh gambar per item (Pusat Bantuan WhatsApp). Batas jumlah item per katalog tidak dinyatakan di halaman resminya.

Artikel terkait