- Katalog WhatsApp adalah kolom data berspesifikasi, bukan brosur: nama maksimal 200 karakter dengan rekomendasi di bawah 65, deskripsi teks polos tanpa tautan, foto minimal 500 x 500 piksel, dan kolom stok yang hanya punya dua nilai.
- Menulis "DISKON 20%" di kolom nama memakai jatah karakter yang seharusnya dipakai menyebut ukuran, warna, dan isi, padahal Meta menetapkan kolom itu sebagai nama produk.
- Setiap item punya status peninjauan, jadi "sudah disimpan" tidak sama dengan "sudah terlihat", dan item yang ditolak bisa dimintakan peninjauan kembali dari dalam aplikasi.
- Obrola menyatukan chat WhatsApp, Instagram, dan Facebook dalam satu inbox tim, lengkap dengan tahap penjualan tiap percakapan, untuk menangani chat yang datang setelah orang melihat katalog.
Riset uji pengguna Baymard Institute menemukan 42% pembeli berusaha menebak ukuran sebuah produk dari fotonya, bukan dari angka yang tertulis di deskripsi (Baymard Institute).
Masalahnya, di katalog WhatsApp foto itu hanya satu, berbentuk kotak, dan tampil sebesar kuku ibu jari di sebelah nama dan harga.
Katalog itu juga berada persis di tempat penjualan benar-benar terjadi. BPS mencatat 95,33% usaha e-commerce di Indonesia berjualan lewat aplikasi pesan instan, dibanding 1,77% yang lewat situs sendiri (GoodStats, 28 Februari 2025).
Panduan katalog berbahasa Indonesia hampir selalu berhenti di tiga saran yang sama: pakai foto bagus, kelompokkan produk, perbarui rutin. Sebagian bahkan menyarankan menulis "DISKON 20%" atau "BEST SELLER" di kolom nama.
Kolom nama bukan tempat spanduk. Meta menetapkan isinya sebagai nama produk yang spesifik, dengan rekomendasi panjang di bawah 65 karakter agar tidak terpotong (Meta for Developers).
Jadi yang berikut ini bukan tips desain. Ini isi tiap kolom, dengan angka yang bisa Anda cek sendiri di dokumen Meta.
Apa Itu Katalog WhatsApp dan Apa yang Sebenarnya Dilihat Pembeli
Katalog WhatsApp adalah daftar produk yang menempel di profil bisnis Anda dan bisa dikirim sebagai pesan. Pembeli membukanya dari layar ponsel, bukan dari komputer.
Tiga hal yang muat dalam satu baris daftar
Di tampilan daftar, satu item hanya menampilkan tiga hal: satu foto kotak, nama, dan harga. Deskripsi baru muncul setelah item diketuk.
Artinya nama dan harga adalah seluruh isi keputusan pertama. Semua yang Anda tulis di deskripsi baru dibaca oleh orang yang sudah cukup tertarik untuk mengetuk.
Itu sebabnya nama produk generik seperti "Model 01" memotong perjalanan pembeli di baris pertama. Tidak ada yang mengetuk sesuatu yang tidak mereka kenali.
Satu foto menanggung seluruh penilaian
Baymard menguji tampilan daftar produk dan merekomendasikan minimal tiga gambar per item di daftar. Ketika hanya ada satu atau dua, peserta uji meninggalkan daftar dan membuka halaman produk satu per satu (Baymard Institute).
Seorang peserta merangkumnya begini: "So maybe I'll open the item, I could get more views. Well it's a little bit of an inconvenience…"
Katalog WhatsApp memberi Anda satu thumbnail. Tidak ada cara menambah baris kedua di tampilan daftar, jadi kompensasinya harus datang dari nama yang menjelaskan apa yang tidak terlihat.

"Sudah disimpan" tidak sama dengan "sudah terlihat"
Ini bagian yang tidak muncul di panduan mana pun. Item katalog tidak langsung tayang begitu Anda menekan simpan.
Dokumentasi WhatsApp Cloud API menyebutkan bahwa item yang ditambahkan ke katalog yang terhubung ke akun bisnis ditinjau secara otomatis, dan item yang melanggar kebijakan akan ditandai (WhatsApp Cloud API).
Jadi katalog punya tiga keadaan, bukan dua: tersimpan, sedang ditinjau, dan ditolak. Toko yang tidak pernah membuka katalognya dari sisi pembeli tidak akan tahu ia sedang berada di keadaan yang mana.
Cara Mengisi Tiap Kolom Item Katalog WhatsApp
Berikut isi tiap kolom, dengan batas yang tertulis di spesifikasi kolom katalog Meta. Angkanya sama baik Anda mengetiknya di aplikasi maupun mengunggahnya lewat Commerce Manager.
1. Nama produk: batasnya 200 karakter, tulisnya di bawah 65
Meta menetapkan nama maksimal 200 karakter, dengan rekomendasi tidak lebih dari 65 karakter agar nama yang panjang tidak terpotong.
Selisih itu yang sering disalahartikan. Ruang 200 karakter bukan izin menulis kalimat promosi, melainkan batas teknis yang jarang perlu dipakai penuh.
Susunannya yang paling terbaca untuk toko kecil:
- Jenis barang, bukan nama internal Anda
- Bahan atau varian yang menentukan pilihan
- Ukuran atau isi
- Warna
Contoh: "Hijab Pashmina Ceruty Babydoll 175 x 75 cm - Mocha" berisi 51 karakter dan menjawab empat pertanyaan sekaligus.
Sekarang bandingkan dengan "DISKON 20% Hijab Model 01 BEST SELLER". Label promonya memakan 21 karakter yang seharusnya menyebut bahan dan ukuran, dan promonya akan berakhir sementara item itu tetap ada di katalog.
Kolom nama juga yang dibaca ketika pembeli memakai kotak pencarian di dalam katalog. Orang mengetik "pashmina ceruty", bukan "best seller".
2. Harga: angka dan kode mata uang, bukan "chat untuk harga"
Spesifikasi Meta menulis harga sebagai angka, spasi, lalu kode mata uang tiga huruf ISO 4217, dengan titik sebagai pemisah desimal dan tanpa simbol mata uang. Untuk rupiah bentuknya menjadi 79000.00 IDR.
Di aplikasi WhatsApp Business Anda cukup mengetik angkanya dan aplikasi yang menyusun formatnya. Format penuh itu baru terasa ketika Anda mengunggah daftar produk lewat Commerce Manager, dan satu koma yang salah tempat bisa membuat baris itu gagal masuk.
Mengosongkan harga atau menulis nol untuk memancing chat menghapus satu-satunya informasi yang membuat katalog berguna. Pembeli yang harus bertanya harga akan bertanya ke tiga toko sekaligus, dan yang menjawab paling dulu bukan selalu Anda.
Kalau harga Anda memang berjenjang, tulis harga terendah yang benar dan jelaskan jenjangnya di deskripsi.
3. Deskripsi: 9.999 karakter, dan tiga pertanyaan yang datang duluan
Meta memberi deskripsi maksimal 9.999 karakter dengan empat aturan bentuk: teks polos bukan HTML, tanpa huruf kapital semua, tanpa tautan, dan isinya harus berbeda dari judul.
Aturan terakhir itu yang paling sering dilanggar tanpa sadar. Menyalin nama produk ke kolom deskripsi bukan sekadar malas, itu bertentangan dengan spesifikasinya.
Isi kolom ini dengan tiga pertanyaan yang selalu masuk sebelum orang membeli:
- Ukuran atau isi persisnya, dengan angka dan satuan
- Apa yang membedakannya dari varian sebelahnya
- Berapa lama sampai, dan dari kota mana
Cara menyusun kalimatnya sudah saya uraikan terpisah di panduan menulis deskripsi produk. Yang itu soal salinan satu produk, yang ini soal kolom mana yang menampungnya.
4. Foto: minimal 500 x 500 piksel, dan satu harus berskala
Syaratnya tiga: minimal 500 x 500 piksel, maksimal 8 MB, dan format JPEG atau PNG. Foto di bawah ukuran itu akan ditolak sebelum sempat dilihat siapa pun.
Karena tampilannya kotak, potong fotonya kotak sejak awal. Foto vertikal yang dipotong otomatis sering kehilangan bagian yang justru menjual.
Lalu satu aturan yang datang dari data, bukan selera. Baymard mencatat 28% dari 60 peritel terbesar dunia tidak menyediakan satu pun foto berskala, padahal 42% pengguna menilai ukuran dari foto.
Jadi di antara foto yang Anda unggah, pastikan satu menunjukkan barang itu di samping sesuatu yang ukurannya sudah diketahui orang: tangan, botol minum, atau uang seribuan. Kalau Anda membuat fotonya dengan bantuan AI, tetap pakai satu foto asli sebagai acuan ukuran, dan pilihan alat murahnya sudah saya bandingkan di tempat lain.
5. Kode item: kolom kecil yang menghentikan "yang warna itu"
Kode item atau SKU tidak terlihat oleh pembeli di banyak tampilan, tapi ia yang membuat percakapan berhenti berputar.
Begitu tiap varian punya kode, admin bisa menulis "HJB-MCH-175" di catatan pesanan, dan tidak ada lagi dua orang mengira "yang mocha" merujuk barang yang sama. Efeknya paling terasa ketika chat ditangani lebih dari satu orang.
Kode yang sama juga menjadi jembatan ke pencatatan stok Anda, yang biasanya hidup di aplikasi kasir atau pembukuan terpisah.
6. Tautan produk: hanya berguna kalau ada yang dituju
Kolom tautan mengarah ke halaman produk di luar WhatsApp. Kalau toko Anda belum punya halaman seperti itu, kosongkan saja.
Mengisinya dengan tautan ke profil Instagram membuat pembeli keluar dari chat lalu tidak kembali. Jangan pula menaruh tautan di deskripsi, karena spesifikasi Meta menyebut tautan tidak boleh ada di kolom itu.
Tiga Contoh Item Katalog Sebelum dan Sesudah Ditulis Ulang
Tiga contoh berikut memakai bentuk yang sama: kolom aslinya, versi tulis ulangnya, lalu pertanyaan mana yang jadi tidak perlu ditanyakan. Angkanya contoh, yang perlu ditiru bentuknya.
1. Hijab yang namanya "Model 01"
Sebelum. Nama: "NEW! Hijab Model 01 - PROMO". Harga: dikosongkan. Deskripsi: "Hijab Model 01, bahan premium, ready stock."
Sesudah.
- Nama: Hijab Pashmina Ceruty Babydoll 175 x 75 cm - Mocha
- Harga: 79000 IDR
- Deskripsi: ukuran 175 x 75 cm; bahan ceruty babydoll, tidak menerawang, tidak perlu disetrika; warna mocha, tersedia juga navy dan dusty pink dengan kode berbeda; dikirim dari Bandung, siap kirim hari yang sama untuk pesanan sebelum pukul 14.00
- Kode item: HJB-CRT-MCH
Yang berubah: empat kata promosi diganti bahan dan ukuran. Pertanyaan "bahannya apa", "menerawang tidak", dan "berapa harganya" tidak lagi masuk sebagai chat.

2. Frozen food yang tidak menyebut berat
Sebelum. Nama: "Dimsum Ayam Homemade Enak". Deskripsi: "Dimsum ayam homemade, tanpa pengawet, cocok untuk stok di kulkas."
Sesudah.
- Nama: Dimsum Ayam Frozen Isi 20 Pcs 500 gram
- Harga: 45000 IDR
- Deskripsi: isi 20 pcs, berat bersih 500 gram; tahan 3 bulan di freezer, 3 hari di chiller; cara masak kukus 12 menit dari beku; dikirim pakai ice gel dan kurir instan area Jakarta, dan untuk luar kota minimal pembelian 3 pack
- Kode item: DIM-AYM-500
Yang berubah: kata "enak" dan "homemade" ditukar dengan isi, berat, dan masa simpan. Kata sifat tidak pernah menjadi alasan orang membeli makanan beku, angka yang menjadi alasannya.

3. Jasa cuci sepatu, dan pengecualian yang jarang dibaca
Kebijakan Perdagangan Meta menulis bahwa konten perdagangan tidak boleh mempromosikan jual beli jasa, "except on the WhatsApp Business app or through Appointments in Facebook or Instagram" (Kebijakan Perdagangan Meta).
Jadi kebalikan dari yang sering ditulis orang: katalog di aplikasi WhatsApp Business adalah satu-satunya etalase Meta tempat jasa memang dibolehkan. Yang tidak berlaku adalah memindahkan item jasa yang sama ke Shop di Facebook atau Instagram.
Yang tetap menjadi masalah adalah bentuknya, karena kolomnya dirancang untuk barang.
- Nama: Cuci Sepatu Deep Clean Sneaker Kanvas - Pengerjaan 3 Hari
- Harga: 35000 IDR, dan tulis di deskripsi bahwa tarif itu per pasang
- Deskripsi: mencakup cuci upper, midsole, dan tali; tidak mencakup unyellowing dan repaint yang dihitung terpisah; antar jemput gratis radius 5 km; kuota harian 10 pasang
- Stok: pakai "out of stock" ketika kuota hari itu penuh
Yang berubah: jasa yang tadinya ditulis sebagai "paket treatment" kini punya batas pengerjaan, cakupan, dan apa yang tidak termasuk. Bisnis jasa berbasis jadwal biasanya butuh lapisan kedua di luar katalog, dan chatbot yang bisa melihat jadwal adalah bentuk yang paling sering dipakai.

Menyusun Koleksi Sesuai Cara Pembeli Mencari, Bukan Cara Anda Menyimpan
Koleksi adalah kelompok item di dalam katalog. Pembeli membuka kelompoknya, bukan menggulir seluruh daftar dari atas.
Batas 30 produk yang menentukan strukturnya
Satu multi-product message hanya memuat 30 produk, disusun ke dalam beberapa section (WhatsApp Cloud API).
Angka itu mengubah koleksi dari urusan kerapian menjadi urusan apa yang muat dikirim. Kalau satu koleksi Anda berisi 60 item, ia tidak akan pernah terkirim utuh dalam satu pesan.
Jadi bentuk koleksi yang berfungsi adalah yang muat dikirim: di bawah 30 item, dengan nama yang dipakai pembeli.
Nama koleksi memakai kata pembeli
"Ready Stock" dan "Batch 3" adalah cara Anda menyimpan barang. Tidak ada pembeli yang mencari "Batch 3".
Yang dicari orang adalah kategori, acara, atau rentang harga: "Hijab Pashmina", "Seragam Kantor", "Di Bawah 100 Ribu". Nama seperti itu juga yang membuat koleksi berguna saat chat melonjak karena promo, karena admin cukup mengirim satu koleksi alih-alih mengetik ulang daftar.
Urutan berdasarkan tanggal unggah adalah kesalahan paling mahal
Di katalog kecil, item yang paling baru diunggah belum tentu item yang paling laku. Membiarkan urutan mengikuti tanggal berarti menyerahkan etalase kepada kebetulan.
Tentukan sendiri empat item yang duduk paling atas, dan pilih berdasarkan satu hal: mana yang paling sering ditanyakan di chat minggu lalu. Data itu ada di inbox Anda, bukan di laporan mana pun.
Keranjang WhatsApp sendiri menerima hingga 99 unit per item tanpa batas jumlah item berbeda, jadi yang membatasi pesanan besar bukan sistemnya, melainkan apakah pembeli menemukan barangnya.
Kolom Stok Adalah Kolom yang Paling Sering Berbohong
Kolom availability di spesifikasi Meta hanya menerima dua nilai: in stock dan out of stock. Tidak ada "pre-order", tidak ada "sisa 2".
Dua nilai, dan pembeli hanya melihat satu arti
Karena pilihannya hanya dua, pembeli membaca kolom itu secara harfiah. Barang yang masih tertulis tersedia dianggap bisa dikirim hari ini.
Kalau Anda menjual sistem pre-order, jangan menyembunyikannya di kolom stok. Tulis di nama produk: "Kemeja Oxford PO 14 Hari - Navy - L".
Biaya satu item stok basi, dihitung di chat
Satu item yang stoknya sudah habis tapi masih tertulis tersedia menghasilkan satu percakapan yang berakhir dengan permintaan maaf. Itu bukan kerugian abstrak.
Sejak 1 Oktober 2026, balasan chat di WhatsApp tidak lagi gratis, sehingga percakapan yang seluruh isinya minta maaf tetap masuk hitungan biaya. Cara menghitungnya sudah saya rinci di panduan biaya service message.
Selisih antara stok di chat dan stok di catatan adalah masalah yang sama yang dibahas di artikel stok habis di chat. Katalog hanya membuatnya terlihat oleh orang asing.

Kapan mengubahnya, supaya benar-benar terjadi
Jangan menunggu waktu luang. Tempelkan pengubahan stok ke satu kejadian yang sudah pasti terjadi setiap hari.
- Setiap kali satu varian habis, ubah kolomnya sebelum membalas chat berikutnya
- Sekali seminggu, buka katalog dari sisi pembeli dan telusuri sepuluh item teratas
- Setiap habis promo, kembalikan nama produk yang sempat diubah
Kenapa Item Katalog Anda Ditolak dan Apa yang Bisa Diperbaiki
Item yang ditolak tidak mengirimkan pemberitahuan ke pembeli. Ia hanya tidak ada, dan Anda mengira katalog Anda utuh.
1. Peninjauan berjalan otomatis
Item yang ditambahkan ke katalog yang terhubung ke akun bisnis ditinjau otomatis, dan item yang melanggar kebijakan ditandai lalu bisnisnya diarahkan ke Kebijakan Perdagangan WhatsApp. Pembeli juga bisa melaporkan satu produk, dan laporan itu memicu peninjauan.
Artinya penolakan bisa datang belakangan, bukan hanya di hari Anda mengunggah.
2. Kategori yang paling sering menjegal toko kecil
Kebijakan Perdagangan Meta melarang beberapa kategori yang justru umum dijual toko kecil di Indonesia:
- Produk medis dan kesehatan, termasuk alat medis dan suplemen yang ditelan
- Minuman beralkohol
- Produk tembakau dan perlengkapannya
- Hewan hidup dan bagian tubuh hewan
- Kosmetik bekas pakai atau yang tidak dijual dalam kemasan aslinya
Dua yang terakhir sering mengejutkan. Penjual preloved yang memecah satu set skincare ke dalam botol kecil masuk ke larangan kemasan asli, bukan ke larangan kosmetik.
3. Langkah banding yang sebenarnya
Halaman bantuan resmi WhatsApp menjelaskan bahwa item yang ditolak ditandai ikon tanda seru merah, dan Anda bisa mengetuk "Pelajari selengkapnya" untuk membaca kebijakan yang dilanggar. Untuk banding, ketuk item yang ditolak, ketuk "Minta peninjauan kembali", lalu tulis alasan permintaan Anda (Pusat Bantuan WhatsApp).
Urutannya penting. Perbaiki dulu penyebabnya, baru minta peninjauan ulang, karena mengirim ulang item yang isinya sama persis hanya mengulang hasil yang sama.
Tulis alasannya dengan spesifik: sebutkan apa yang Anda ubah dan kenapa produk itu tidak masuk kategori yang dilarang.
4. Aplikasi atau Commerce Manager, dan siapa yang belum perlu pindah
Katalog bisa dikelola langsung di aplikasi WhatsApp Business atau lewat Commerce Manager. Yang kedua diperlukan ketika katalog Anda disuplai dari feed atau dipakai bersama WhatsApp API.
Sinkronisasi feed berjalan berkala, bukan seketika. Harga yang Anda ubah di sumbernya bisa tertinggal beberapa jam di katalog, dan itu sumber selisih yang sering disalahkan ke admin.
Kalau katalog Anda berisi di bawah seratus item dan diurus satu orang, aplikasi sudah cukup. Pindah ke Commerce Manager berguna ketika item bertambah cepat atau ketika Anda mulai mengirim katalog lewat otomasi, dan kesalahan yang muncul di tahap itu punya daftarnya sendiri.
Rapikan Katalog dan Chat yang Menyusulnya dengan Obrola!
Katalog yang benar mengurangi pertanyaan, tetapi tidak menghilangkan chat. Justru sebaliknya: katalog yang jelas memindahkan percakapan dari "ini apa ya" ke "saya ambil dua, bisa kirim hari ini".
Lakukan audit ini hari ini, dua puluh menit, dari ponsel Anda sendiri:
- Buka katalog Anda lewat tautan
wa.me/c/dengan nomor bisnis Anda, dan lihat sebagai pembeli - Cek empat item paling atas. Kalau bukan empat yang paling sering ditanyakan, ubah urutannya
- Tulis ulang tiga nama produk tanpa label promo, masing-masing di bawah 65 karakter
- Cari satu item yang stoknya sudah tidak sesuai, dan ubah kolomnya sekarang
- Catat satu item yang bertanda seru merah, lalu perbaiki penyebabnya sebelum mengajukan peninjauan
Setelah itu, yang tersisa adalah chat yang masuk dan siapa yang membalasnya. Di situ Obrola bekerja: satu inbox tim yang menyatukan WhatsApp, Instagram, dan Facebook sehingga dua admin tidak membalas orang yang sama, tahap penjualan di tiap percakapan sehingga orang yang sudah melihat katalog tidak hilang di gulungan chat, dan riwayat yang ikut pindah tangan sehingga pembeli tidak mengulang cerita saat shift berganti.
Hasilnya sederhana: katalog menjawab pertanyaan yang bisa dijawab tulisan, dan tim Anda hanya mengurus yang benar-benar butuh orang.
Jika Anda sedang merapikan katalog dan bingung menaruh chat yang menyusulnya, diskusikan kebutuhan Anda bersama tim Obrola.

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Katalog WhatsApp (FAQ)
Berapa panjang nama produk yang aman di katalog WhatsApp?
Batas teknisnya 200 karakter, tetapi Meta merekomendasikan tidak lebih dari 65 karakter agar nama tidak terpotong di tampilan daftar (spesifikasi kolom katalog Meta). Pakai jatah itu untuk jenis barang, bahan, ukuran, dan warna.
Apakah boleh menulis "DISKON 20%" di nama produk?
Tidak ada tombol yang mencegahnya, tetapi kolom itu ditetapkan sebagai nama produk yang spesifik, bukan ruang promosi. Label promo memakan karakter yang dibutuhkan untuk menyebut varian, tidak cocok dengan kata yang diketik orang di kotak pencarian katalog, dan tetap tertinggal di sana setelah promonya berakhir.
Apakah jasa boleh dimasukkan ke katalog?
Boleh, dan ini pengecualian yang jarang dibaca. Kebijakan Perdagangan Meta melarang promosi jual beli jasa kecuali di aplikasi WhatsApp Business atau lewat fitur Appointments di Facebook dan Instagram (Kebijakan Perdagangan Meta). Yang perlu disesuaikan adalah bentuknya, karena kolom harga dan stok dirancang untuk barang.
Item saya ditolak, apa yang harus saya lakukan?
Ketuk item yang ditandai, baca kebijakan yang dirujuk, lalu perbaiki penyebabnya. Setelah itu ketuk item tersebut, pilih "Minta peninjauan kembali", dan tulis alasan permintaan Anda (Pusat Bantuan WhatsApp). Mengajukan banding tanpa mengubah apa pun biasanya menghasilkan keputusan yang sama.
Kenapa katalog saya tidak muncul di profil bisnis?
Penyebab paling umum adalah katalog kosong, seluruh itemnya masih dalam peninjauan, atau itemnya ditolak. Buka katalog Anda dari nomor lain untuk memastikan yang dilihat pembeli sama dengan yang Anda lihat dari sisi admin.
Artikel terkait
- Cara Menulis Deskripsi Produk yang Menjawab Sebelum Ditanya
- Stok Habis di Chat, Masih Ada di Aplikasi Kasir
- Beda WhatsApp Business dan API: Broadcast List Anda Mati
- Cara Mengelola Chat WhatsApp Bisnis Biar Tidak Ada yang Kelewat
- WhatsApp Form: Kumpulkan Data Pelanggan Tanpa Keluar dari Chat
- 9 Tanda Bisnis Anda Butuh Inbox Tim, Bukan HP Bergantian
Sumber
- Catalog Product Field Specifications, Meta for Developers
- Sell products and services, WhatsApp Cloud API
- Kebijakan Perdagangan Meta
- Masalah Saat Menggunakan Katalog, Pusat Bantuan WhatsApp
- Product Lists & Search Results Thumbnail Best Practices, Baymard Institute
- Provide at Least One 'In Scale' Image, Baymard Institute
- Mayoritas Usaha E-Commerce Jualan Lewat Aplikasi Pesan Instan, GoodStats, 28 Februari 2025, mengutip BPS Statistik E-Commerce 2023





