- ChatGPT Go dan Google AI Plus sama-sama dijual Rp 75.000 per bulan di Indonesia per September 2026, dan tidak satu pun halaman perbandingan yang kini muncul di pencarian mengadu keduanya bersisian.
- Dari enam pekerjaan kantor yang diadu, ChatGPT Go menang satu, Google AI Plus menang dua, dua berakhir seri, dan satu pekerjaan sebaiknya tidak diserahkan ke keduanya.
- Yang akhirnya memutuskan bukan peringkat benchmark, melainkan sisa penyimpanan Google Drive Anda dan siapa yang boleh membaca dokumen yang Anda tempel.
- Obrola menyatukan chat WhatsApp, Instagram, dan Facebook dalam satu inbox tim, lengkap dengan tahap penjualan tiap percakapan.
Anda sudah memutuskan akan membayar satu langganan AI bulan ini. Yang belum jelas adalah yang mana.
Per September 2026 pertanyaannya sebenarnya jauh lebih sempit daripada yang ditulis kebanyakan halaman perbandingan. ChatGPT Go dan Google AI Plus dijual di Indonesia dengan angka yang sama persis: Rp 75.000 per bulan.
Masalahnya, halaman-halaman yang muncul untuk pencarian "gemini atau chatgpt" hampir semuanya mengadu tier yang berbeda harga. Gratis lawan ChatGPT Plus Rp 349.000, atau gratis lawan Google AI Pro Rp 309.000.
Akibatnya rekomendasi mereka menjawab pertanyaan yang tidak Anda ajukan. Artikel ini mengadu dua langganan yang harganya identik, di enam pekerjaan yang benar-benar ada di meja Anda.

Apa Bedanya ChatGPT dan Gemini untuk Kerja Kantoran?
Saya membuka kedua halaman harga resminya pada 19 September 2026, dan angkanya memang sama sampai digit terakhir. Yang berbeda adalah isi paketnya.
Di sisi OpenAI, Rp 75.000 membeli ruang gerak di dalam satu jendela chat. Menurut Kompas Tekno, susunan paketnya per Juli 2026 adalah Free Rp 0, Go Rp 75.000, Plus Rp 349.000, dan Pro mulai Rp 1.889.000 (Kompas Tekno).
Di sisi Google, Rp 75.000 membeli ruang gerak plus tempat menyimpan. Halaman langganan Google AI versi Indonesia mencantumkan Gratis Rp 0, AI Plus Rp 75.000, AI Pro Rp 309.000, dan Ultra mulai Rp 1.579.000 (Google).
Jadi pertanyaan yang benar bukan "model mana yang lebih pintar". Pertanyaannya adalah pekerjaan apa yang sudah Anda kerjakan setiap hari, dan di layar siapa pekerjaan itu terjadi.
Kenapa duel Rp 75.000 ini khas Indonesia
ChatGPT Go diluncurkan di sini pada 23 September 2025, menjadikan Indonesia negara kedua di dunia setelah India yang bisa membelinya (kumparanTECH).
Google memasang angka yang sama untuk AI Plus. Hasilnya, dua perusahaan terbesar di kategori ini bertemu di satu titik harga yang tidak mereka temui di banyak pasar lain.
Adu Langsung di Enam Pekerjaan Kantor Anda
Enam pekerjaan berikut dipilih karena berulang setiap minggu, bukan karena bagus dipamerkan. Tiap bagian berisi satu prompt utuh yang bisa langsung ditempel ke dua-duanya.
Vonisnya ditulis apa adanya. Dua di antaranya berakhir seri, dan satu pekerjaan sebaiknya tidak diserahkan ke keduanya.
1. Menulis email formal Bahasa Indonesia
Kapan dipakai: saat Anda harus menagih, menolak, atau meminta maaf, dan draf pertama Anda terdengar terlalu kasar atau terlalu berputar.
Tulis ulang email berikut agar sopan, jelas, dan maksimal 120 kata.
Bahasa Indonesia formal, tanpa kalimat basa-basi pembuka.
Penerima: [jabatan dan hubungan Anda dengannya]
Tujuan email: [satu kalimat]
Yang saya butuhkan dari mereka: [satu tindakan, dengan tenggat]
Nada: [tegas / menagih / meminta maaf / netral]
Draf saya: [tempel apa adanya, termasuk yang berantakan]
Jangan menambahkan janji, angka, atau tanggal yang tidak ada di draf saya.
Baris terakhir itu yang paling penting, dan alasannya sama dengan yang dibahas di prompt balas email pelanggan: angka harus datang dari Anda.
Vonis: ChatGPT Go. Bukan karena kalimatnya lebih bagus, melainkan karena satu email biasanya butuh lima sampai delapan kali revisi. Go menjanjikan 10x lebih banyak pesan dibanding versi gratis, sementara Google AI Plus menaikkan batas penggunaan 2x lipat.
2. Meringkas dokumen panjang
Kapan dipakai: kontrak, proposal vendor, atau notulen 40 halaman yang harus Anda pahami sebelum rapat siang.
Baca lampiran ini dan jawab hanya dari isinya.
1. Ringkas dalam 5 poin, tiap poin maksimal 20 kata.
2. Sebutkan semua angka, tanggal, dan nama pihak yang muncul.
3. Jawab pertanyaan saya di bawah ini satu per satu.
Pertanyaan saya: [tulis 3 pertanyaan]
Kalau sebuah pertanyaan tidak terjawab di dokumen, tulis "tidak ada di dokumen".
Jangan dikira-kira dan jangan diisi dari pengetahuan umum.
Vonis: Google AI Plus. Kalau dokumen Anda memang tinggal di Drive, memilihnya langsung jauh lebih cepat daripada mengunduh lalu mengunggah ulang.
Satu catatan jujur: pada tier Rp 75.000, halaman Google mencantumkan "Gemini di Gmail, Vids, dan lainnya". Gemini di dalam Google Dokumen baru muncul di AI Pro Rp 309.000.

3. Membereskan spreadsheet
Kapan dipakai: rekap penjualan bulanan yang kolomnya berantakan dan rumusnya sudah Anda lupa.
Saya pakai Google Sheets. Buatkan rumusnya, jangan hitungkan angkanya.
Struktur tabel saya: kolom A [isi], kolom B [isi], kolom C [isi].
Data ada di baris 2 sampai [n].
Yang ingin saya dapatkan: [tulis dalam bahasa sehari-hari]
Beri tiga hal: (1) rumus siap tempel, (2) satu kalimat cara kerjanya,
(3) satu contoh kasus di mana rumus ini akan memberi hasil salah.
Vonis: seri, dengan syarat. Keduanya menulis rumus dengan baik. Keduanya juga akan salah kalau Anda minta mereka menghitung angkanya sendiri, persis seperti yang terjadi saat ChatGPT menghitung omzet termasuk pesanan yang batal.
Minta rumusnya, hitung di spreadsheet. Itu yang membuat hasilnya bisa Anda pertanggungjawabkan.
4. Menyiapkan rapat
Kapan dipakai: rapat mingguan yang agendanya selalu disusun lima menit sebelum mulai, dari rangkaian email yang panjang.
Susun agenda rapat 30 menit dari rangkaian email ini.
Format tiap baris: menit ke-berapa, topik, siapa yang bicara,
keputusan yang harus keluar.
Tandai topik yang sudah selesai dibahas di email supaya tidak diulang di rapat.
Di akhir, tulis daftar "belum ada datanya" untuk hal yang harus saya siapkan
sebelum rapat dimulai.
Vonis: Google AI Plus. Paket Rp 75.000 miliknya sudah mencakup Gemini di Gmail, jadi rangkaian emailnya tidak perlu disalin satu per satu ke jendela chat.
Di ChatGPT Go, pekerjaan yang sama berarti menyalin-tempel utas email lebih dulu. Bisa, tapi memakan waktu yang justru ingin Anda hemat.
5. Riset yang harus menyertakan sumber
Kapan dipakai: menyiapkan bahan presentasi atau proposal yang angkanya akan ditanya orang lain.
Cari data [topik] untuk Indonesia, periode [tahun].
Syarat: hanya dari sumber yang punya tanggal terbit dan bisa saya buka.
Untuk setiap angka, tulis satu baris:
angka - siapa yang menerbitkan - tanggal - tautan.
Kalau sebuah angka hanya ada di artikel yang mengutip pihak lain,
cari sumber aslinya. Kalau tidak ketemu, buang angkanya dan tulis alasannya.
Jangan merangkum sebelum daftar itu selesai.
Vonis: seri. Dua-duanya menyusun daftar yang rapi, dan dua-duanya tetap perlu Anda buka satu per satu tautannya. Cara memeriksanya sudah dibahas di Deep Research menyusun riset pasar dan di riset kompetitor untuk pemula.
Kalau hasilnya nanti masuk ke slide, perbandingan AI pembuat presentasi sudah membahas mana yang ekspornya tidak berantakan.

6. Merapikan balasan chat pelanggan
Kapan dipakai: antrean chat menumpuk dan Anda ingin balasan yang sopan tanpa mengetik dari nol.
Perbaiki balasan chat ini agar ramah, singkat, dan tidak menjanjikan apa pun
yang tidak saya tulis.
Pertanyaan pelanggan: [tempel]
Fakta yang boleh dipakai: [stok, harga, estimasi kirim - tulis sendiri]
Batas: maksimal 3 kalimat, maksimal satu emoji, tanpa menyebut diskon.
Kalau fakta yang saya beri tidak cukup untuk menjawab,
tulis "butuh dicek dulu" dan sebutkan apa yang harus saya cek.
Vonis: dua-duanya salah alat. Keduanya bisa menyusun kalimat. Keduanya tidak tahu chat itu dari siapa, sudah pernah beli apa, dan sudah sampai tahap mana.
Itu sebabnya pelanggan mengulang cerita dari awal bukan masalah kualitas tulisan. Itu masalah konteks yang tidak tersimpan di mana pun.
Skornya: 1-2, dua seri, satu bukan urusan mereka
Selisih satu pekerjaan bukan alasan yang cukup untuk memilih. Yang benar-benar memutuskan ada di dua bagian berikutnya.
Dua Langganan Rp 75.000: ChatGPT Go dan Google AI Plus
1. ChatGPT Go
Go adalah paket berbayar termurah OpenAI, duduk di antara Free dan Plus. Isinya bukan model baru, melainkan akses yang diperluas ke GPT-5.5 Instant yang juga dipakai versi gratis.
Cocok untuk Anda yang bekerja di dalam satu jendela chat sepanjang hari: menulis, merevisi, menempel draf, lalu merevisi lagi. Frekuensi revisi itu yang habis duluan di versi gratis.
Harga ChatGPT Go: Rp 75.000 per bulan (Kompas Tekno, 28 Juli 2026).
Fitur unggulan ChatGPT Go:
- Akses diperluas ke GPT-5.5 Instant: model yang sama dengan versi gratis, dengan jatah pesan yang jauh lebih besar.
- 10x pesan, gambar, dan unggahan file: angka yang disebut pimpinan ChatGPT Nick Turley saat peluncuran di Indonesia, dibanding versi gratis.
- Memori dua kali lipat: konteks percakapan yang bertahan lebih lama antar sesi.
Kelebihan
- Ruang revisi paling lega di kelas harga ini.
- Tidak menuntut Anda pindah ekosistem apa pun.
- Antarmukanya sudah dikenal sebagian besar orang yang pernah memakai versi gratis.
Kekurangan
- Tidak memberi tambahan penyimpanan sama sekali.
- Tidak menempel di Gmail, Dokumen, atau Spreadsheet.
- Model terbaru berada di Plus Rp 349.000, hampir lima kali lipat harganya.
2. Google AI Plus
AI Plus adalah tier berbayar pertama Google. Halaman langganannya mencantumkan batas penggunaan 2x lebih tinggi daripada versi gratis, Gemini di Gmail dan Vids, Gemini Notebook, serta penyimpanan 400 GB.
Cocok untuk Anda yang dokumennya sudah lama tinggal di Drive dan emailnya di Gmail. Sebagian nilai paket ini bukan soal AI sama sekali.
Harga Google AI Plus: Rp 75.000 per bulan (halaman langganan Google AI versi Indonesia, dibuka 19 September 2026).
Fitur unggulan Google AI Plus:
- Gemini di Gmail: membaca utas email tanpa Anda salin-tempel lebih dulu.
- Penyimpanan 400 GB: naik dari 15 GB bawaan, dipakai bersama Gmail, Drive, dan Foto.
- Gemini Notebook: tempat menaruh sekumpulan dokumen lalu menanyainya sebagai satu kesatuan.
Kelebihan
- Penyimpanannya saja sudah punya nilai yang bisa dihitung.
- Dokumen di Drive bisa dipilih langsung, tanpa unduh dan unggah ulang.
- Satu tagihan untuk AI dan penyimpanan sekaligus.
Kekurangan
- Kenaikan batas penggunaannya hanya 2x, bukan 10x.
- Gemini di Google Dokumen baru ada di AI Pro Rp 309.000.
- Halaman langganannya tidak menjanjikan model yang berbeda dari versi gratis.
Kapan versi gratis sebenarnya sudah cukup
Kalau pemakaian Anda di bawah sepuluh percakapan seminggu dan Drive Anda masih longgar, kedua tier gratis itu belum mentok. Bayar saat Anda benar-benar kehabisan jatah, bukan saat penasaran.
Kapan lompat ke Rp 309.000 atau Rp 349.000 masuk akal
Lompat ke Google AI Pro kalau Anda hidup di dalam Google Dokumen, atau butuh 5 TB. Lompat ke ChatGPT Plus kalau pekerjaan Anda benar-benar bergantung pada model terbarunya, bukan sekadar ingin yang paling baru.

Mengapa Peringkat Benchmark Tidak Menjawab Pertanyaan Anda
1. Bahasa Indonesia diukur terpisah dari Inggris
SEA-HELM dibangun oleh AI Singapore dan National University of Singapore justru karena skor Inggris tidak otomatis berpindah ke bahasa Asia Tenggara (SEA-HELM). Pengujiannya dipecah menjadi lima pilar, termasuk linguistik dan budaya.
2. Rentang skornya sangat lebar
Pada papan skor Indonesia bertanggal 18 September 2026, nilai antarmodel terentang dari 33,23 sampai 79,75 (SEA-HELM Leaderboard). Angka sebesar itu tidak bisa dirangkum jadi "yang mana lebih pintar".
3. Kuat di satu pilar, jatuh di pilar lain
Makalah SEA-HELM menunjukkan Meta-Llama-3-8B-Instruct jauh lebih lemah mengikuti instruksi daripada di diagnostik linguistiknya. Sailor2-8B-Chat sebaliknya: bagus di percakapan banyak giliran, lemah di pemahaman bahasa.
4. Model yang Anda beli tidak ada di papan itu
Saya mencari Gemini 3.6 Flash dan GPT-5.5 Instant di papan skor Indonesia, dan tidak menemukan keduanya. Papan itu menguji model terbuka, bukan model yang berjalan di balik langganan konsumen.
Artinya peringkat yang beredar di media sosial tidak sedang membicarakan paket Rp 75.000 Anda.
5. Ukuran yang benar: berapa menit memperbaikinya
Microsoft Work Trend Index edisi Indonesia mencatat 93% pengguna AI di sini memperlakukan hasil AI sebagai titik awal, bukan jawaban akhir, dibanding 86% secara global (Microsoft, 30 Juni 2026). Sebanyak 60% menempatkan kontrol kualitas sebagai keterampilan yang makin penting.
Dengan demikian yang layak diukur bukan siapa yang drafnya lebih bagus. Yang layak diukur adalah berapa menit Anda habiskan memperbaikinya sampai layak dikirim.
Yang Perlu Dicek Sebelum Membayar
1. Siapa yang membaca percakapan Anda, dan berapa lama disimpan
Google menulisnya sendiri di Gemini Apps Privacy Hub: sebagian percakapan dibaca peninjau manusia, dan percakapan yang sudah ditinjau tidak ikut terhapus saat Anda menghapus aktivitas. Percakapan itu disimpan hingga tiga tahun (Google, diperbarui 10 Agustus 2026).
Halaman yang sama meminta pengguna tidak memasukkan informasi rahasia yang tidak ingin dilihat peninjau. Itu kalimat Google, bukan tafsiran.
Di sisi ChatGPT, bukalah Settings, lalu Data Controls, lalu periksa sakelar "Improve the model for everyone" di akun Anda sendiri sebelum menempel apa pun.
2. Akun kantor atau akun pribadi
Google menyebut akun kerja atau sekolah bisa tunduk pada ketentuan penanganan data yang berbeda. Kalau Anda punya dua akun, tentukan satu untuk dokumen pekerjaan dan jangan bercampur.
3. Hitung ulang kalau Drive Anda sudah penuh
Penyimpanan bawaan Google adalah 15 GB, dipakai bersama Gmail, Drive, dan Foto. AI Plus menaikkannya ke 400 GB.
Kalau Anda memang sudah mentok dan sedang mempertimbangkan membeli penyimpanan, sebagian dari Rp 75.000 itu bukan biaya AI. Bandingkan dengan tagihan penyimpanan Anda sekarang sebelum menganggapnya harga AI murni.
4. Seberapa mudah pindah setahun lagi
Prompt yang Anda tulis bisa dibawa ke mana saja. Memori percakapan, riwayat, dan kumpulan dokumen yang sudah ditata tidak ikut pindah.
Simpan prompt yang terbukti berguna di satu dokumen terpisah sejak minggu pertama. Itu satu-satunya bagian yang benar-benar milik Anda.
5. Satu pekerjaan yang sebaiknya tidak diserahkan ke keduanya
Menjawab pelanggan secara langsung, dengan angka stok dan harga. Bukan karena kalimatnya jelek, melainkan karena tidak satu pun dari keduanya terhubung ke data yang berubah tiap jam.
Pola yang lebih aman sudah dibahas di AI autoresponder yang tahu kapan harus berhenti menjawab dan AI agent untuk UMKM.

Rencana Satu Minggu untuk Memutuskan Sendiri
Daftar ini yang menggantikan artikel ini sebagai pemutus. Buka dua-duanya di versi gratis dulu, atau bayar sebulan kalau jatah gratisnya habis di hari kedua.
Satu pekerjaan nyata per hari, prompt yang sama ditempel ke keduanya, lalu catat satu angka: berapa menit Anda pakai memperbaiki hasilnya sampai layak dipakai.
- Senin. Email formal yang memang harus Anda kirim hari itu. Pakai prompt nomor 1.
- Selasa. Dokumen terpanjang yang belum sempat dibaca. Pakai prompt nomor 2.
- Rabu. Satu rumus spreadsheet yang selama ini Anda cari di internet. Pakai prompt nomor 3.
- Kamis. Agenda rapat minggu depan dari utas email nyata. Pakai prompt nomor 4.
- Jumat. Satu riset kecil yang angkanya akan ditanya orang. Pakai prompt nomor 5.
Catat tiga kolom saja di buku atau di catatan ponsel: pekerjaan, menit perbaikan di ChatGPT, menit perbaikan di Gemini.
Jumat sore, jumlahkan. Selisih di bawah sepuluh menit sepekan berarti pilih yang tagihannya sudah Anda bayar untuk alasan lain, biasanya penyimpanan.

Rapikan Percakapan Pelanggan Bisnis Anda dengan Obrola!
Pekerjaan keenam tadi berhenti di tempat yang sama untuk kedua langganan. Kalimatnya bisa disusun siapa saja, tetapi tidak satu pun dari keduanya tahu chat itu milik siapa dan sudah sampai tahap mana.
Obrola mengerjakan bagian yang tertinggal itu. Chat WhatsApp, Instagram, dan Facebook masuk ke satu inbox tim, tiap percakapan punya tahap penjualan yang terlihat, dan riwayat pembeli lama tidak hilang saat admin bergantian sehingga pelanggan tidak perlu mengulang cerita.
Hasilnya, AI yang Anda bayar Rp 75.000 itu bisa kembali ke pekerjaan yang memang cocok untuknya: menulis dan merapikan. Konteks pelanggan disimpan di tempat yang benar.
Jika Anda sedang mengevaluasi cara merapikan chat masuk sebelum menambah orang, diskusikan kebutuhan Anda bersama tim Obrola.

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Gemini dan ChatGPT (FAQ)
Apakah perlu berlangganan dua-duanya?
Untuk satu orang yang mengerjakan email, dokumen, dan spreadsheet sendiri, tidak. Rp 150.000 sebulan untuk dua langganan yang tumpang tindih di empat dari enam pekerjaan sulit dibenarkan.
Kalau anggaran memang ada, versi gratis yang satunya biasanya sudah cukup sebagai pembanding sesekali.
Apakah versi gratis sudah cukup untuk usaha kecil?
Sering kali ya, terutama di bulan-bulan awal. Batasnya akan terasa saat Anda mulai merevisi satu tulisan berkali-kali dalam sehari, dan itulah tanda paling jujur bahwa saatnya membayar.
Boleh tidak menempel data pelanggan ke ChatGPT atau Gemini?
Google secara eksplisit meminta pengguna tidak memasukkan informasi rahasia, karena sebagian percakapan dibaca peninjau manusia dan percakapan yang sudah ditinjau disimpan hingga tiga tahun. Perlakukan nama, nomor telepon, dan alamat pelanggan sebagai informasi rahasia.
Kalau memang harus, ganti dulu identitasnya. Tulis "pelanggan A" dan "081xxxxxxx", bukan data aslinya.
Apa yang terjadi kalau saya berhenti bayar?
Akses kembali ke batas versi gratis. Untuk Google AI Plus ada tambahan risiko: kuota penyimpanan Anda turun dari 400 GB ke 15 GB, jadi pastikan pemakaian Drive sudah di bawah 15 GB sebelum berhenti.
Artikel terkait
- Memberi Peran ke ChatGPT Tidak Membuat Jawabannya Benar
- Laporan Kerja Buatan AI Ketahuan di Kolom Kendala
- AI untuk Konten Jualan: Rp 75.000 Sebulan Sudah Cukup
- 10 Prompt Prospecting ChatGPT yang Tidak Mengarang Fakta
- Deep Research Menyusun Riset Pasar, Angkanya Tetap Tugas Anda
- 9 Tanda Bisnis Anda Butuh Inbox Tim, Bukan HP Bergantian
Sumber
- Halaman langganan Google AI, versi Indonesia - dibuka 19 September 2026
- Kompas Tekno, harga paket langganan ChatGPT di Indonesia per Juli 2026
- kumparanTECH, peluncuran ChatGPT Go di Indonesia
- Gemini Apps Privacy Hub, Google - diperbarui 10 Agustus 2026
- SEA-HELM, AI Singapore dan National University of Singapore
- SEA-HELM Leaderboard, halaman Indonesia - data 18 September 2026
- Microsoft Work Trend Index 2026, edisi Indonesia - 30 Juni 2026




